Cara Sewa Sepeda di Madinah untuk Wisatawan Indonesia
- 09 Des 2025 05:28 WIB
- Bengkalis
KBRN, Bengkalis : Madinah selama beberapa tahun terakhir terus bertransformasi menjadi kota yang lebih ramah lingkungan. Selain memperluas kawasan pedestrian di sekitar Masjid Nabawi, pemerintah kota juga menghadirkan fasilitas penyewaan sepeda yang dapat dimanfaatkan warga maupun jamaah umrah dari berbagai negara. Bagi wisatawan Indonesia, bersepeda menjadi cara baru yang menyenangkan untuk menikmati suasana Madinah yang tertib, bersih, dan penuh ketenangan.
Penyewaan sepeda di Madinah umumnya dapat ditemukan di titik-titik strategis, seperti jalur pedestrian di sisi barat dan utara Masjid Nabawi, kawasan hotel Markaziyah, hingga Taman Raja Fahd. Sebagian besar penyedia menawarkan sepeda siap pakai yang dapat disewa langsung di lokasi.
Wisatawan cukup mendatangi kios atau petugas yang berjaga, memilih sepeda yang tersedia, lalu menunjukkan identitas seperti paspor jika diminta. Setelah pembayaran dilakukan sesuai durasi yang diinginkan, sepeda sudah bisa digunakan tanpa proses tambahan yang rumit.
Di samping metode manual, kota ini juga menyediakan layanan sewa berbasis aplikasi. Sistem ini bekerja secara mandiri melalui stasiun-stasiun sepeda otomatis yang tersebar di beberapa titik. Wisatawan cukup mengunduh aplikasi operator yang digunakan, melakukan registrasi, lalu memindai kode pada sepeda untuk membuka kuncinya.
Setelah selesai, sepeda dapat dikembalikan ke stasiun mana pun yang ditunjuk, dan transaksi diakhiri melalui aplikasi. Cara ini disukai oleh pelancong yang ingin fleksibilitas lebih tinggi dan tidak ingin terikat dengan penyedia fisik.
Dari sisi biaya, tarif sewa sepeda di Madinah tergolong terjangkau. Untuk penyewaan manual, kisaran harga biasanya berada pada angka 10 hingga 20 Riyal per jam, sementara sistem berbasis aplikasi mengenakan biaya pembukaan kunci sekitar 1 hingga 3 Riyal ditambah tarif per menit yang relatif kecil. Dibandingkan taksi atau moda transportasi lain, sepeda menjadi alternatif murah untuk menjelajahi area sekitar Masjid Nabawi dan sekitarnya.
Meski demikian, ada aturan yang perlu diperhatikan. Kawasan sekitar Masjid Nabawi memiliki zona-zona yang hanya diperuntukkan bagi pejalan kaki, sehingga pesepeda tidak diperbolehkan melintas di area tersebut. Jalur sepeda yang telah disediakan diharapkan digunakan secara tertib untuk menjaga kenyamanan jamaah lain. Wisatawan juga dianjurkan mengembalikan sepeda tepat waktu untuk menghindari biaya tambahan. Etika berkendara tetap harus dijaga, termasuk sikap santun saat melintas di kawasan yang ramai jamaah.
Untuk menikmati pengalaman terbaik, waktu pagi atau menjelang sore adalah pilihan ideal karena suhu belum terlalu panas. Wisatawan disarankan memeriksa kondisi sepeda sebelum digunakan, membawa air minum, dan memilih rute yang aman. Jalur di barat Masjid Nabawi menawarkan suasana kota yang tenang, sementara Taman Raja Fahd menghadirkan kawasan hijau yang cocok untuk rekreasi ringan. Di luar itu, boulevard Madinah juga menyediakan jalur sepeda modern bagi mereka yang ingin berkeliling lebih jauh.
Dengan semakin mudahnya akses penyewaan sepeda, wisatawan Indonesia kini memiliki pilihan transportasi baru yang tidak hanya praktis tetapi juga menyenangkan. Bersepeda memberikan kesempatan melihat sisi lain Madinah dengan cara yang lebih dekat, santai, dan tetap menghormati nuansa sakral kota suci ini. Pengalaman ini dapat menjadi pelengkap perjalanan ibadah sekaligus mengenalkan gaya hidup sehat selama berada di Tanah Suci.