Wandi Bertahan Hidup dengan Usaha Kelapa Muda

  • 10 Okt 2025 08:17 WIB
  •  Bengkalis

KBRN, Bengkalis : Di tengah persaingan ekonomi dan keterbatasan lapangan kerja, Wandi, seorang warga Bengkalis, memilih bertahan dengan usaha berjualan kelapa muda sejak tahun 2019. Setiap hari, ia membuka lapak jualannya mulai pukul 9 hingga 10 pagi, dan biasanya beroperasi penuh setelah waktu Dzuhur hingga tutup sekitar pukul 9 hingga 10 malam.

Wandi mengaku, keputusan untuk berjualan kelapa muda diambil karena tidak memiliki pekerjaan lain. Bahkan saat masa pandemi COVID-19 melanda, menurutnya, menjual kelapa muda menjadi salah satu sumber penghasilan yang paling mudah dijalankan.

“Selama COVID dulu, penghasilan paling stabil ya dari jual kelapa muda,” ujar Wandi sambil tersenyum mengenang masa sulit itu, Rabu (8/10/2025).

Untuk pasokan dagangannya, Wandi tidak mengambil dari kebun sendiri, melainkan membeli dari pemasok dengan harga antara Rp5.000 hingga Rp7.000 per butir. Kelapa muda tersebut kemudian dijual kembali dengan harga Rp12.000 per bungkus. Namun, ia mengakui, terkadang kelapa yang dibeli mengalami kerusakan, sehingga perlu ketelitian dalam memilih agar tidak merugi.

Modal awal usaha yang digelutinya ini hanya sekitar satu juta rupiah, digunakan untuk membeli perlengkapan dasar di luar bangunan tempat berjualan. Kini, setelah beberapa tahun berjalan, Wandi berinovasi dengan membuat campuran kelapa muda yang unik, seperti kelapa muda dengan sirup dan jeruk nipis seharga Rp15.000, serta kelapa muda madu seharga Rp18.000.

“Harapan saya ke depan, penjualan bisa berjalan normal terus, dan semoga stok kelapa di Bengkalis tetap banyak. Karena kendala terbesar kami itu kalau pasokan kelapa berkurang,” ungkap Wandi berharap.

Baginya, setiap tetes air kelapa muda yang dijual bukan sekadar minuman segar, tetapi juga sumber semangat untuk terus bertahan hidup di tengah tantangan ekonomi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....