Deposito atau Emas: Mana yang Lebih Untung untuk Investasi

  • 30 Agt 2026 00:45 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Deposito atau emas sering menjadi dua pilihan investasi yang paling banyak dipertimbangkan karena sama-sama dikenal memiliki risiko relatif rendah. Meski begitu, keduanya memiliki karakteristik, potensi keuntungan, hingga tingkat likuiditas yang berbeda sehingga penting untuk dipahami sebelum kamu menentukan pilihan.

Memahami perbedaan antara deposito dan emas akan membantumu memilih instrumen yang paling sesuai. Simak penjelasan dari Pegadaian selengkapnya berikut ini.

Investasi emas dilakukan dengan membeli emas untuk disimpan dalam jangka waktu tertentu, lalu menjualnya kembali ketika nilainya meningkat. Emas, baik dalam bentuk batangan maupun digital, dikenal sebagai aset safe haven karena cenderung mampu mempertahankan nilainya saat inflasi meningkat.

Sementara itu, deposito merupakan produk simpanan berjangka dari bank yang memberikan imbal hasil berupa bunga sesuai tenor yang dipilih. Mengingat tingkat risikonya rendah dan imbal hasil sudah ditentukan sejak awal, deposito menjadi salah satu instrumen investasi yang banyak dipilih.

Meskipun sama-sama termasuk instrumen investasi dengan risiko yang relatif rendah, deposito dan emas memiliki karakteristik yang berbeda. Berikut perbedaannya:

1. Deposito atau Emas untuk Tujuan dan Jangka Waktu Investasi

Baik deposito maupun emas memiliki fungsi yang berbeda jika dilihat dari tujuan investasinya. Emas lebih cocok untuk menjaga nilai kekayaan dalam jangka panjang karena nilainya cenderung mengikuti kenaikan inflasi.

Selain itu, emas memiliki tingkat likuiditas yang tinggi karena dapat dijual kembali jika diperlukan. Namun, kenaikan harganya tidak selalu terjadi dalam waktu singkat.

Sebaliknya, deposito lebih cocok jika ingin mencapai target investasi dalam jangka waktu tertentu. Tenornya mulai dari beberapa bulan hingga bertahun-tahun sehingga dapat disesuaikan.

Meski begitu, dana deposito tidak dapat dicairkan sebelum jatuh tempo tanpa dikenakan penalti. Karena itu, fleksibilitas deposito masih berada di bawah investasi emas.

2. Dana Investasi

Investasi emas kini dapat dimulai dengan nominal yang relatif kecil melalui program tabungan emas atau cicilan emas. Sebagai contoh, kamu bisa mulai menabung emas dengan setoran sekitar Rp100.000, sesuai ketentuan penyedia layanan.

Sementara itu, deposito mengharuskan nasabah menyetorkan dana sekaligus pada saat pembukaan rekening. Di banyak bank, setoran awal deposito umumnya dimulai dari sekitar Rp5 juta, meski setiap bank memiliki kebijakan yang berbeda-beda.

3. Tingkat Likuiditas

Investasi emas dikenal memiliki likuiditas yang tinggi. Kamu dapat menjual emas atau mencairkan tabungan emas pada jam operasional layanan tanpa harus menunggu jatuh tempo.

Kemudahan transaksi juga semakin terasa berkat aplikasi digital yang memungkinkan pembelian maupun penjualan emas dilakukan secara online dari mana saja. Berbeda dengan emas, deposito hanya dapat dicairkan saat tenor berakhir. Jika lebih awal, biasanya bank akan mengenakan biaya penalti sehingga kurang ideal dijadikan dana darurat.

4. Potensi Keuntungan

Keuntungan deposito berasal dari bunga yang telah disepakati sejak awal. Nilainya relatif stabil sehingga memudahkan investor memperkirakan hasil investasi pada akhir tenor. Apabila bunga deposito kembali ditempatkan sebagai pokok deposito, hasil investasi juga dapat meningkat melalui efek bunga berbunga sesuai ketentuan bank.

Sementara itu, keuntungan investasi emas diperoleh dari selisih antara harga beli dan harga jual, atau harga buyback. Semakin tinggi harga emas saat dijual dibandingkan saat dibeli, semakin besar keuntungan yang diperoleh. Namun, harga emas bergerak mengikuti kondisi pasar sehingga hasil investasi tidak selalu tetap dari waktu ke waktu.

5. Reaksi terhadap Inflasi

Meski sama-sama menguntungkan, deposito atau emas memberikan perlindungan yang berbeda saat terjadi inflasi. Emas umumnya memiliki hubungan positif dengan inflasi, sehingga nilainya cenderung meningkat ketika daya beli uang menurun.

Oleh karena itu, emas sering dipilih sebagai instrumen untuk menjaga nilai kekayaan dalam jangka panjang. Saat kondisi ekonomi tidak menentu, permintaan emas biasanya ikut meningkat.

Sebaliknya, deposito dipengaruhi oleh tingkat suku bunga. Jika inflasi naik lebih cepat dibandingkan dengan bunga deposito, nilai riil keuntungan yang diterima investor menjadi lebih kecil. Meski demikian, deposito tetap menawarkan kepastian imbal hasil selama tenor berlangsung sehingga cocok bagi kamu yang mengutamakan stabilitas.

6. Potensi Kerugian dan Biaya Tersembunyi

Pada deposito, risiko utama muncul ketika dana dicairkan sebelum jatuh tempo karena biasanya akan dikenakan biaya penalti. Selain itu, bunga deposito dikenai pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Karena itu, keuntungan bersih yang diterima bisa sedikit lebih rendah dibandingkan dengan bunga yang ditawarkan.

Sementara itu, investasi emas berpotensi merugi apabila dijual saat harga buyback lebih rendah daripada harga saat kamu membelinya. Harga emas memang cenderung naik dalam jangka panjang, tetapi tetap mengalami fluktuasi dalam jangka pendek.

Beberapa layanan investasi emas juga mengenakan biaya administrasi atau biaya pembukaan rekening. Oleh karena itu, pahami seluruh biaya sebelum mulai berinvestasi.

Pilihan antara deposito dan emas sebenarnya tidak memiliki jawaban yang mutlak. Semuanya bergantung pada tujuan investasi, kebutuhan dana, dan profil risiko yang kamu miliki.

Jika menginginkan nilai investasi yang lebih mampu mengikuti inflasi dan mudah dicairkan saat dibutuhkan, emas bisa menjadi pilihan yang menarik untuk investasi jangka panjang. Sebaliknya, apabila kamu lebih menyukai keuntungan yang stabil dengan tingkat risiko rendah serta memiliki target waktu yang jelas, deposito dapat menjadi pilihan yang tepat.

Bagi kamu yang memiliki dana cukup, tidak ada salahnya mengombinasikan keduanya, yaitu deposito untuk memberikan pendapatan yang lebih stabil dan emas untuk membantu menjaga nilai aset dalam jangka panjang. Kini, kamu tidak harus memilih salah satunya karena keduanya bisa dipadukan melalui Deposito Emas Pegadaian. Ini merupakan layanan penitipan emas yang memberikan imbal hasil tambahan berupa gram emas.

Dengan Deposito Emas, emas yang kamu simpan terlindungi di Pegadaian sekaligus berpotensi bertambah nilainya selama masa penitipan. Selain itu, beberapa keunggulan lain yang ditawarkan antara lain:

  • Emas disimpan dengan aman dan diasuransikan.
  • Tenor fleksibel, mulai dari 6, 9, hingga 12 bulan.
  • Imbal hasil sebesar 1% per tahun dalam bentuk tambahan gram emas.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....