BSI Bengkalis Ajak Masyarakat Cicil Emas Ditengah Fluktuasi Harga
- 02 Jun 2026 19:49 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis – Pergerakan harga emas yang masih berfluktuasi dinilai tidak perlu menjadi alasan bagi masyarakat untuk menunda investasi. Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Bengkalis justru mengajak masyarakat untuk mulai berinvestasi emas secara bertahap sesuai kemampuan keuangan masing-masing.
Berdasarkan data harga emas per Selasa 20 Juni 2026, harga beli BSI Gold tercatat sebesar Rp2.708.200 per gram atau naik Rp5.100 dibandingkan perdagangan sebelumnya. Sementara harga jual berada di angka Rp2.539.000 per gram atau turun Rp1.000. Selisih harga beli dan harga jual tercatat sebesar Rp169.200.
Adapun harga beli emas Antam berada di angka Rp2.774.000 per gram atau tidak mengalami perubahan. Sedangkan harga jual naik Rp5.000 menjadi Rp2.584.000 per gram dengan selisih harga beli dan jual sebesar Rp190.000.
Kepala BSI KCP Bengkalis, Natalyno Premana, mengatakan fluktuasi harga emas merupakan hal yang wajar dalam dunia investasi. Menurutnya, masyarakat tidak perlu terlalu fokus pada perubahan harga dalam jangka pendek karena emas lebih cocok dijadikan instrumen investasi jangka panjang.
"Kalau untuk investasi emas, sebaiknya masyarakat melihat dalam jangka panjang. Pergerakan harga harian merupakan hal yang normal dan tidak perlu menjadi kekhawatiran berlebihan," ujar Natalyno kepada RRI.
Ia menjelaskan, saat ini masyarakat memiliki berbagai pilihan untuk memiliki emas, salah satunya melalui program cicil emas yang memungkinkan pembelian dilakukan secara bertahap tanpa harus menyediakan dana besar sekaligus.
Menurut Natalyno, metode cicilan dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin mulai berinvestasi namun memiliki keterbatasan dana. Selain itu, pembelian secara bertahap juga dapat membantu mengurangi risiko membeli pada harga yang sedang tinggi.
"Yang terpenting adalah memulai sesuai kemampuan. Tidak harus langsung dalam jumlah besar. Dengan cicilan, masyarakat bisa mulai membangun aset secara bertahap," katanya.
Natalyno menambahkan, emas hingga kini masih menjadi salah satu instrumen investasi yang diminati karena memiliki nilai yang relatif stabil dalam jangka panjang dan dapat menjadi sarana perlindungan aset di tengah ketidakpastian ekonomi.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak hanya menunggu harga turun, tetapi mulai merencanakan investasi sesuai kebutuhan dan kondisi keuangan masing-masing.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....