Tips Cerdas Kelola Uang Riyal Arab Saudi

  • 22 Feb 2026 11:27 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Mengelola uang riyal Arab Saudi menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan jamaah sebelum berangkat haji atau umrah. Kesalahan dalam menukar dan membelanjakan riyal kerap membuat jamaah kehabisan uang lebih cepat dari perkiraan, karena itu, pemahaman sejak awal dinilai sangat membantu kelancaran ibadah di Tanah Suci.

Mata uang resmi yang digunakan di Arab Saudi adalah Riyal Saudi (SAR). Jamaah disarankan menukar uang rupiah ke riyal di tempat resmi sebelum keberangkatan atau melalui bank dan money changer terpercaya untuk mendapatkan kurs yang kompetitif dan menghindari risiko penipuan.

Tour Leader Arminareka Bengkalis, Nabila Fitri, mengingatkan agar jamaah tidak membawa uang tunai dalam jumlah berlebihan.

“Bawa riyal secukupnya sesuai kebutuhan selama di Makkah dan Madinah. Biasanya untuk makan tambahan, sedekah, atau belanja oleh-oleh ringan. Jangan semua disimpan di satu tempat, bagi di tas berbeda untuk keamanan,” ujarnya, Minggu 22 Februari 2026.

Ia juga menyarankan jamaah memahami kisaran harga barang di sekitar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Menurutnya, harga makanan cepat saji rata-rata berkisar 10 hingga 25 riyal, sementara oleh-oleh seperti kurma dan sajadah memiliki variasi harga tergantung kualitas dan lokasi toko.

“Biasanya jamaah kalap di hari pertama karena euforia. Padahal masih banyak hari di depan. Buat anggaran harian supaya tidak boros di awal,” kata Nabila.

Selain uang tunai, penggunaan kartu debit internasional juga bisa menjadi alternatif, terutama untuk transaksi di pusat perbelanjaan besar. Namun, jamaah tetap perlu memastikan kartu tersebut sudah diaktifkan untuk transaksi luar negeri sebelum berangkat.

Tips lain yang tak kalah penting adalah menyimpan sebagian riyal pecahan kecil untuk kemudahan transaksi. Uang pecahan 1, 5, atau 10 riyal akan sangat membantu saat membeli minuman, makanan ringan, atau bersedekah.

Nabila juga menekankan pentingnya niat dan prioritas selama di Tanah Suci.

“Ingat tujuan utama kita ibadah. Belanja secukupnya saja. Lebih baik perbanyak sedekah dan amal,” tuturnya.

Dengan perencanaan keuangan yang matang dan pengelolaan riyal yang bijak, jamaah diharapkan dapat menjalankan rangkaian ibadah dengan lebih tenang, nyaman, dan fokus tanpa terbebani persoalan keuangan selama berada di Arab Saudi.

Rekomendasi Berita