PHR Berhasil Uji Produksi Sumur Baru di Siak

  • 16 Feb 2026 10:05 WIB
  •  Bengkalis

RRI CO.ID, Bengkalis - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mencatat capaian signifikan melalui uji produksi perdana sumur Libo SE #86 di Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Sumur tersebut mampu menghasilkan 1.274 Barrel of Oil Per Day (BOPD) atau barel minyak per hari pada awal 2026 dan menjadi tonggak penting dalam pengembangan lapangan minyak di wilayah kerja Blok Rokan.

Capaian ini tergolong istimewa karena hasil produksi menunjukkan angka 0 persen water cut, yang berarti fluida yang diproduksikan murni minyak tanpa kandungan air. Kondisi tersebut menandakan kualitas reservoir yang sangat baik serta efektivitas metode produksi yang diterapkan.

General Manager Zona Rokan PHR, Andre Wijanarko, mengatakan keberhasilan ini merupakan bukti nyata potensi besar yang masih dimiliki Blok Rokan.

“Pencapaian ini menjadi bukti bahwa dengan inovasi teknologi dan kerja keras para Perwira PHR, Blok Rokan masih memiliki potensi besar untuk mendukung ketahanan energi nasional,” ujar Andre, Senin 16 Februari 2026.

Menurutnya, keberhasilan sumur Libo SE #86 tidak terlepas dari strategi teknis yang presisi dan inovatif. Sumur ini menyasar lapisan Top Menggala pada kedalaman 5.680 kaki dengan permeabilitas maksimal 2,2 Darcy, sehingga memiliki kemampuan alir yang sangat baik.

PHR menerapkan metode selective perforation untuk memastikan minyak mengalir dari titik kedalaman reservoir paling potensial. Selain itu, dilakukan optimasi pompa Electric Submersible Pump (ESP) berkecepatan rendah yang disesuaikan dengan karakteristik produksi sumur.

Untuk menjaga kestabilan aliran pada kondisi mengandung gas (gassy condition), PHR juga memasang kombinasi Advanced Gas Handler (AGH) di pompa bawah permukaan dan Gas Separator di fasilitas permukaan.

Andre menambahkan, keberhasilan ini menjadi pijakan awal untuk pengembangan lanjutan di area yang sama. Saat ini, tim lapangan tengah melakukan pengeboran sumur Libo SE #88 di wellpad yang sama.

“Kami akan terus melakukan pengeboran berkelanjutan, termasuk empat sumur infill tambahan untuk mengoptimalkan potensi area Libo SE. Seluruh proses dilakukan dengan mengedepankan aspek keselamatan kerja dan keberlanjutan operasi,” katanya.

Ke depan, PHR menargetkan peningkatan produksi secara konsisten melalui kolaborasi lintas fungsi, mulai dari tim subsurface, pengeboran, produksi hingga pendukung operasional lainnya.

“Semoga ke depan PHR terus membuktikan keandalan operasinya dengan tetap menjaga aspek HSE demi mendukung ketahanan energi nasional,” tutur Andre.

Rekomendasi Berita