Dishub Bengkalis Klarifikasi Kericuhan Antrian Roro Air Putih
- 06 Apr 2025 23:00 WIB
- Bengkalis
KBRN, Bengkalis: Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bengkalis, Muhammad Adi Pranoto, memberikan klarifikasi resmi terkait kericuhan dan kesalahpahaman yang terjadi di penyeberangan Roro Air Putih, Kecamatan Bengkalis, pada Sabtu, 5 April 2025.
Adi menjelaskan bahwa kericuhan tersebut dipicu oleh banyaknya pengguna jasa penyeberangan yang tidak mendapatkan tiket karena kuota pembelian secara online telah habis. Namun, pihaknya tetap mengambil langkah cepat dengan menyediakan 62 tiket tambahan dari sisa kuota booking yang dijual secara offline.
"Antrian yang terjadi disebabkan oleh masyarakat yang belum mendapatkan tiket online dan menuntut untuk tetap bisa menyeberang. Kami tetap mengakomodir dengan menjual sisa kuota booking secara offline," terang Muhammad Adi Pranoto.
Menanggapi pemberitaan media yang menyebutkan adanya antrian panjang hingga ke jalan raya, Adi membantah kabar tersebut. Ia menegaskan bahwa sejak H+1 hingga H+5 Lebaran (1-5 April 2025), tidak terjadi antrian panjang seperti yang diberitakan.
"Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, tidak benar ada antrian kendaraan roda empat maupun roda dua yang mengular sampai ke jalan raya. Antrian kendaraan roda dua hanya sampai gerbang pintu masuk pelabuhan," tegasnya.
Terkait isu ratusan penumpang yang terlantar, Adi juga memberikan penjelasan berdasarkan data aktual. Ia menyebutkan bahwa sisa kendaraan yang tidak terangkut jumlahnya sangat terbatas dan telah mendapat prioritas untuk diseberangkan keesokan harinya.
"Hanya terdapat 10 unit kendaraan roda empat yang tidak sempat diseberangkan pada Kamis, 3 April 2025 dan 15 unit pada Jumat, 4 April 2025. Semuanya telah menjadi prioritas untuk diseberangkan pada trip pertama keesokan harinya. Sedangkan kendaraan roda dua, seluruhnya berhasil diseberangkan setiap hari," jelasnya.