Krisis Alat Pelindung Diri pada Petani Penyemprot Pestisida

  • 12 Mei 2026 15:00 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau - Indonesia adalah pengguna pestisida terbesar ketiga di dunia (283 kiloton, FAO 2022). WHO memperkirakan 1–5 juta kasus keracunan per tahun pada pekerja pertanian dengan 20.000 kematian, 80% di negara berkembang.

Dari penelitian (2024–2025) yang telah dilakukan di salah satu daerah Sulawesi Tenggara dengan total 245 responden diperoleh sebanyak 71–94% petani tidak menggunakan APD secara lengkap. Terdapat keluhan yang dirasakan petani berupa sakit kepala, mual, gatal-gatal, nyeri dada dan sakit mata.

Dari hasil analisis teridentifikasi tujuh faktor yang terbukti bermakna secara statistik yaitu pengetahuan, sikap, ketersediaan APD, dukungan rekan kerja, usia, tingkat pendidikan, dan frekuensi penyemprotan.

Policy brief ini merekomendasikan tiga kebijakan baru (tingkat Kabupaten) : (1) Peraturan tentang Wajib Skrining Biomarker Kolinesterase bagi petani aktif, (2) Regulasi Subsidi APD melalui APBD untuk seluruh petani penyemprot terdaftar, dan (3) Peraturan Daerah tentang Integrasi Pendidikan K3 Pestisida dalam pelatihan

pertanian.

Latar Belakang

Indonesia #3 Dunia Pengguna Pestisida 283 kiloton (FAO 2022). 1–5 Juta Kasus Keracunan/Tahun

20.000 Kematian (WHO Global), 92,57% Petani Informal Sulawesi Tenggara (BPS 2024).

Pestisida adalah input pertanian yang tidak terpisahkan dalam produksi padi di Indonesia. Namun di balik manfaat produktivitasnya, paparan tanpa perlindungan memadai menjadi ancaman kesehatan kerja yang serius dan sering diabaikan.

Analisa Permasalahan

Berdasarkan sintesis tiga studi, masalah non-kepatuhan APD beroperasi pada empat lapisan yang saling mengunci:

Lapisan 1 Kognitif-Attitudinal Petani TAHU risikonya namun tetap tidak pakai APD. Sikap negatif (73–83%) lebih dominan dari pengetahuan. Bukan sekadar masalah informasi.

Lapisan 2 Struktural-Ekonomi

63,6% APD tidak tersedia. 76,2% merasa tidak

mampu beli APD.Hambatan bukan hanya

harga, tapi akses dan

waktu ketersediaan.

Lapisan 3 Sosial-Normatif Tidak pakai APD adalah

norma kelompok. Dukungan rekan kerja =

faktor terkuat (p=0,000). Selisih 56,5 poin

persentase antara yang didukung vs tidak.

Lapisan 4 Demografis-Paparan Petani muda (

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....