Baubau Publikasi Data Stunting Perkuat SDM Indonesia Emas
- 17 Des 2025 09:20 WIB
- Baubau
KBRN, Baubau: Pemerintah Kota Baubau menegaskan komitmen percepatan penurunan stunting sebagai bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia berkualitas menuju Indonesia Emas 2045. Stunting dinilai menjadi ancaman serius karena berdampak langsung pada kualitas kesehatan, kecerdasan, produktivitas, dan daya saing generasi penerus bangsa.
Hal tersebut disampaikan Penjabat Sekretaris Daerah Kota Baubau, La Ode Darussalam, saat membuka kegiatan Publikasi Data Stunting di Aula Palagimata, Rabu (17/12/2025). Ia menjelaskan, Indonesia diharapkan mampu memanfaatkan bonus demografi pada usia 100 tahun kemerdekaan dengan menyiapkan SDM yang sehat, cerdas, kreatif, dan berdaya saing sejak dini.
Menurutnya, stunting merupakan kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan asupan gizi dalam jangka waktu lama yang berdampak pada gangguan perkembangan otak, pertumbuhan fisik, hingga meningkatnya risiko penyakit metabolik di masa dewasa.
“Stunting tidak hanya berdampak jangka pendek, tetapi juga menurunkan kemampuan belajar, melemahkan daya tahan tubuh, dan menyebabkan rendahnya produktivitas serta daya saing di dunia kerja,” ujar La Ode Darussalam.
Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2024 yang dirilis Kementerian Kesehatan pada Mei 2025, prevalensi stunting nasional tercatat sebesar 19,8 persen.
"Meski sejumlah indikator menunjukkan perbaikan, tantangan pemenuhan gizi anak masih membutuhkan perhatian serius, terutama terkait variasi kualitas data di lapangan dan keterbatasan deteksi dini," terangnya.
Sebagai pembaruan strategi, pemerintah kini mengedepankan pendekatan keluarga melalui pendampingan keluarga berisiko stunting, dengan sasaran calon pengantin, pasangan usia subur, ibu hamil dan menyusui hingga pasca persalinan, serta anak usia 0–59 bulan. Pendekatan ini dinilai lebih komprehensif karena mencakup intervensi sejak hulu hingga hilir.
La Ode Darussalam menekankan, publikasi data stunting menjadi instrumen penting dalam pengambilan kebijakan berbasis bukti. Data yang akurat dan mutakhir memungkinkan pemerintah menentukan prioritas, mengalokasikan sumber daya secara efektif, serta memantau dan mengevaluasi pelaksanaan program secara berkelanjutan.
“Publikasi data ini merupakan hasil kerja sama pemerintah dan masyarakat. Harapannya, data stunting dapat menjadi acuan dalam merancang program yang tepat sasaran, sekaligus meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting di Kota Baubau,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....