Stunting di Baubau Turun, Program Genting Jadi Andalan
- 26 Agt 2025 15:52 WIB
- Baubau
KBRN, Baubau: Angka prevalensi stunting di Kota Baubau menunjukkan tren penurunan. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Juli 2025, prevalensi stunting di Baubau turun dari 28,7 persen menjadi 21,3 persen atau berkurang sekitar tujuh persen.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Baubau, Fanti Frida Yanti menjelaskan, meski ada penurunan, pemerintah kota tetap menekankan pentingnya strategi percepatan pencegahan stunting.
“Penurunan ini tidak untuk kita rayakan, karena data prevalensi stunting terus berfluktuasi, baik itu data Aplikasi Elektronik Pencatatan dan Pelaoran Gizi Berbasis Masyarakat (e-Ppgbm) maupun SSGI. Yang lebih penting sekarang adalah memperkuat strategi percepatan pencegahan penurunan stunting melalui program yang tepat sasaran,” jelasnya, Selasa (26/8/2025).
Salah satu program unggulan yang dijalankan adalah Gerakan Orang Tua Asuh Peduli Stunting (Genting), bagian dari Quick Wins Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga. Program ini menggantikan pola lama pemberian bahan pokok dengan mekanisme baru berupa makanan siap saji.
Fanti menyebutkan, dalam program Genting ini, setiap anak penerima manfaat mendapatkan paket makanan senilai Rp15 ribu sekali makan, dengan biaya ditanggung oleh orang tua asuh.
“Saya sendiri menjadi salah satu orang tua asuh. Setiap bulan saya menyetor Rp465 ribu, yang kemudian digunakan untuk menyediakan makanan siap saji bagi balita stunting,” ungkapnya.
Saat ini di Baubau baru ada 14 orang tua asuh dengan sasaran 14 anak balita stunting. Skema program bisa dilakukan individu maupun berkelompok hingga lima orang, sehingga beban iuran lebih ringan.
Selain bantuan makanan, program Genting juga menyasar edukasi pengasuhan, perbaikan jamban, dan penyediaan akses air bersih. Para penyuluh KB di lapangan turut memastikan makanan benar-benar dikonsumsi oleh anak penerima bantuan.
“Program ini sudah berjalan tiga bulan dan tiap bulan selalu dievaluasi. Harapannya, semakin banyak masyarakat yang bersedia menjadi orang tua asuh, sehingga cakupan bantuan bisa lebih luas,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....