FKM Unidayan Kenalkan Otak Ikan Kembung Atasi Stunting

  • 26 Jun 2025 21:55 WIB
  •  Baubau

KBRN, Baubau: Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan) Angkatan 2022 berkolaborasi dengan Puskesmas Katobengke melakukan penyuluhan gizi di wilayah pesisir Kota Baubau.

Penyuluhan ini menyasar ibu hamil, bayi, dan balita dengan pendekatan inovatif yakni otak-otak ikan kembung sebagai solusi lokal atasi stunting dan Kekurangan Energi Kronis (KEK).

Kegiatan bertemakan "Optimalisasi Gizi Anak Pesisir Melalui Pangan Lokal: Inovasi Otak-Otak Ikan Kembung Untuk Cegah Dampak KEK (Kekurangan Energi Kronis) dan Penurunan Angka Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Katobengke".

Dosen FKM Unidayan, Andi Yaumil Bay R Thaifur SKM., M.Kes (MARS), menjelaskan bahwa pendekatan ini sangat strategis mengingat potensi perikanan Baubau yang besar.

"Kota Baubau memiliki potensi perikanan yang melimpah, termasuk ikan kembung yang kaya protein hewani, asam lemak omega-3, dan mikronutrien penting,"ujar Andi Yaumil, Jumat (27/6/2025).

Ia mengatakan, otak-otak ikan kembung ini dirancang agar mudah diterima ibu dan anak karena teksturnya lembut dan rasanya gurih, serta mudah diproduksi di rumah dengan peralatan sederhana.

Andi Yaumil menambahkan, otak-otak ikan kembung memiliki beragam manfaat. Untuk ibu hamil dengan KEK, kudapan ini membantu memenuhi kebutuhan energi dan protein harian, sekaligus mendukung pertumbuhan janin yang optimal. Sementara untuk balita, asupan protein hewani dari otak-otak terbukti lebih efektif dalam menambah tinggi badan anak stunting dibanding hanya suplemen zinc.

Tak hanya itu, inovasi ini juga mendorong kemandirian pangan lokal dan pemberdayaan perempuan di wilayah pesisir. "Produksi otak-otak berbasis UMKM di pesisir Baubau dapat memberdayakan masyarakat, khususnya perempuan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal,"jelas Andi Yaumil.

Ia juga menambahkan, otak-otak ikan kembung ini juga bisa menjadi diversifikasi menu bergizi yang menarik untuk anak-anak yang bosan dengan olahan ikan monoton.

Kepala Puskesmas Katobengke, Budi Utama SKM.,M.KM, menyambut baik kegiatan ini. "Terima kasih atas kunjungan di Posyandu Anyelir Kelurahan Lipu. Kami berinteraksi dengan pengunjung Posyandu mulai dari bumil, bayi, balita, dan lansia, sekaligus praktik pembuatan dan pembagian otak-otak ikan kembung,"tutur Budi Utama.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus ditingkatkan dengan melibatkan ibu rumah tangga, kader Posyandu, PKK, dan Karang Taruna.

Jingga, salah satu mahasiswa FKM Angkatan 2022, menekankan bahwa penggunaan ikan kembung yang murah dan melimpah merupakan pilihan tepat dalam menciptakan menu bergizi yang lezat, aman, dan bernutrisi. "Kami menyasar kelompok ibu, bayi, dan balita sebagai prioritas. Ibu-ibu tidak hanya mendapatkan materi edukatif, tetapi juga diajak langsung praktik pembuatan otak-otak,"katanya.

Antusiasme juga datang dari masyarakat. Fitri (33), salah satu peserta penyuluhan, mengaku sangat senang. "Kami jadi tahu pentingnya gizi untuk anak, apalagi cara membuat otak-otak dari ikan kembung yang gampang dan bergizi tinggi. Biasanya kami bingung mau masak apa untuk anak, sekarang jadi ada ide baru yang sehat, bahan mudah didapat dan murah,"ungkap Fitri.

Kolaborasi apik antara akademisi, Puskesmas, dan mahasiswa ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi sederhana berbasis pangan lokal bisa menjadi senjata ampuh dalam menekan angka stunting dan KEK, demi generasi Baubau yang lebih sehat dan cerdas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....