Emak-Emak Pongkowulu Blokade Jalan Provinsi, Tuntut Pengaspalan
- 04 Jun 2026 16:13 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau - Puluhan emak-emak di Desa Pongkowulu, Kecamatan Kambowa, Kabupaten Buton Utara, Sulawesi Tenggara, ikut serta memblokade jalan Provinsi di desanya, Kamis, 4 Juni 2026. Aksi ini dilakukan dengan meninggalkan urusan dapur dan aktivitas rumah tangga mereka demi menuntut pengaspalan jalan di desanya yang terabaikan selama 36 tahun.
Akibat aksi penutupan jalur oleh warga beserta barisan ibu-ibu tersebut, arus transportasi yang menghubungkan Kabupaten Buton, Kota Baubau, dan Buton Utara mengalami lumpuh total. Warga bersikap tegas hanya mengizinkan mobil ambulans dan kendaraan darurat pembawa orang sakit yang diperbolehkan melintas.
Personel kepolisian dari Polres Buton Utara turun ke lokasi untuk melakukan pengamanan. Penjagaan ketat ini dilakukan guna memastikan penyampaian aspirasi warga dapat berlangsung secara tertib dan aman.

Siti Raiban, salah satu warga, menyampaikan orasi mengenai penderitaan ibu hamil saat hendak melahirkan yang harus melewati jalan rusak selama lebih dari tiga dekade. Ia juga menyebut kerugian ekonomi dan dampak buruk kondisi jalan terhadap anak-anak sekolah.
"Berapa banyak anak-anak kami yang seragam sekolahnya kotor oleh lumpur saat musim hujan, dan sesak napas karena debu saat musim kemarau? Berapa banyak hasil kebun dan usaha kami yang hancur harganya, karena pembeli malas masuk ke Desa Pongkowulu akibat jalan yang seperti kubangan kerbau,"ujarnya tegas.
Siti Raiban menyatakan, tuntutan utama mereka yaitu pengaspalan jalan Desa Pongkowulu–Kambowa. Mereka menyatakan sudah jenuh dengan janji penundaan anggaran dari pemerintah yang terus berulang setiap tahun.
"Kami tidak butuh janji "akan dianggarkan tahun depan" Kami tidak butuh kalimat "sabar, sedang diproses". Kami sudah sabar selama 36 tahun! Kesabaran kami sudah habis, digilas oleh ban-ban kendaraan yang tertanam di lumpur jalanan ini,"ujarnya.

Dalam pernyataan sikapnya, ibu-ibu Desa Pongkowulu meminta Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara segera menurunkan alat berat untuk pengaspalan. Mereka meminta realisasi anggaran tersebut dilakukan tanpa ada penundaan lagi.
"Kami tidak akan membuka blokade jalan ini sampai ada komitmen hitam di atas putih, yang jelas dan nyata dari pengambil kebijakan,"tegas Siti Raiban.
Hingga berita ini diterbitkan, aksi blokade jalan Provinsi di Desa Pongkowulu masih terus berlangsung.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....