Forkopimda Bombana Bahas Stabilitas Wilayah jelang Idul Adha
- 24 Mei 2026 17:19 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Bombana - Bupati Bombana, Burhanuddin memimpin Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Cafe Grand Lampusui, Kamis 21 Mei 2026. Rapat tersebut membahas penguatan sinergi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang Hari Raya Idul Adha 2026.
Kegiatan itu dihadiri unsur Forkopimda, instansi vertikal, perangkat daerah, serta sejumlah stakeholder terkait. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bombana, Husrifnah Rahim, bertindak sebagai moderator sekaligus penyelenggara kegiatan.
Dalam arahannya, Bupati Bombana menegaskan pentingnya langkah antisipatif dan koordinasi lintas sektor guna mencegah potensi konflik sosial di tengah masyarakat. Menurutnya, pemerintah daerah bersama Forkopimda harus mampu merespons berbagai isu strategis secara cepat, tepat, dan terukur.
Sejumlah persoalan menjadi fokus pembahasan dalam rapat tersebut. Mulai dari program bantuan sosial, layanan kesehatan, pasar murah, hingga isu pertambangan di wilayah Bombana.
Pada sektor bantuan sosial, pemerintah daerah mendorong agar program bantuan lebih berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. Bantuan diharapkan tidak hanya bersifat sesaat, tetapi mampu meningkatkan kemandirian ekonomi warga dan tepat sasaran bagi kelompok rentan.
Sementara di sektor kesehatan, pemerintah daerah memfokuskan transformasi layanan primer melalui penguatan fungsi Puskesmas dan Pustu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di kecamatan dan desa. Selain itu, penyediaan ambulans laut juga menjadi perhatian untuk meningkatkan akses layanan kesehatan masyarakat kepulauan.
Optimalisasi program bakti sosial terpadu turut dibahas sebagai upaya mendekatkan pelayanan kesehatan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Bombana.
Menjelang Idul Adha, pemerintah daerah juga menyiapkan program pasar murah guna menjaga stabilitas harga bahan pokok. Langkah itu dilakukan untuk mengendalikan inflasi serta menjaga daya beli masyarakat.
Dalam rapat dipaparkan, Indeks Perkembangan Harga (IPH) Minggu I Mei 2026 berada di angka minus 0,31 persen dan Minggu II Mei 2026 sebesar minus 0,28 persen. Komoditas yang memengaruhi pergerakan harga di antaranya daging ayam ras, telur ayam, dan daging sapi.
Di sektor pertambangan, rapat Forkopimda menyoroti aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di bekas wilayah IUP PT Panca Logam Makmur, Desa Wumbubangka, Kecamatan Rarowatu Utara. Tim terpadu penertiban telah menerbitkan larangan aktivitas pertambangan ilegal guna mencegah dampak sosial dan kerusakan lingkungan.
Selain itu, keberadaan PT Sultra Industrial Park di Desa Wumbubangka turut menjadi perhatian. Kawasan industri terpadu yang bergerak di bidang manufaktur dan semikonduktor tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat Bombana.
Rapat juga mendorong optimalisasi program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan sebagai bentuk tanggung jawab sosial, ekonomi, dan lingkungan kepada masyarakat sekitar wilayah operasional perusahaan.
Melalui rapat koordinasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bombana bersama Forkopimda menegaskan komitmen menjaga kondusivitas daerah serta memperkuat koordinasi dalam mengantisipasi potensi konflik sosial menjelang Hari Raya Idul Adha 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....