Kelainan Darah, Bocah di Baubau Butuh Donasi Berobat
- 09 Feb 2026 11:34 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau – Hati orang tua mana yang tak hancur melihat buah hatinya terus pucat dan melemah, digerogoti penyakit kronis yang melumpuhkan masa kanak-kanaknya. Itulah yang dirasakan Hidayani (39), ibu dari Suci Aprianti, bocah perempuan berusia 7 tahun asal Kelurahan Tarafu, Kecamatan Batupoaro, Kota Baubau.
Masa kanak-kanak yang seharusnya diisi dengan belajar dan bermain justru hilang dari kehidupan Suci. Penyakit kronis yang dideritanya membuat ruang geraknya terbatas hingga ia terpaksa putus sekolah.
Tim dokter di salah satu rumah sakit di Baubau memvonis Suci mengidap dua penyakit berat sekaligus, yakni kanker darah (leukemia) dan talasemia.
Anak bungsu dari tiga bersaudara ini dalam sebulan terakhir harus bolak-balik menjalani perawatan intensif di rumah sakit setelah beberapa kali mengalami penurunan kesadaran.
Hasil pemeriksaan medis menunjukkan kondisi Suci semakin memprihatinkan akibat pembengkakan limpa dan hati, sehingga dokter merekomendasikan pengobatan lanjutan di rumah sakit rujukan di Kota Makassar.
Namun, keterbatasan ekonomi menjadi tembok besar bagi keluarga kecil ini. Hidayani, sang ibu, merupakan satu-satunya tulang punggung keluarga. Ia bekerja serabutan di rumah makan dan sesekali menjadi tukang ojek demi memenuhi kebutuhan hidup anak-anaknya. Selama anaknya sakit keras ia terpaksa berhenti bekerja.
Mirisnya, anak sulung Hidayani juga terpaksa putus sekolah sejak tingkat sekolah dasar karena kendala biaya, padahal seharusnya kini telah duduk di bangku SMP.

Hidayani mengaku tidak memiliki biaya untuk membawa Suci berobat ke Makassar. Meski telah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan yang ditanggung pemerintah, ia tidak berani ke berangkan berobat karena kesulitan membiayai kebutuhan hidup selama mendampingi pengobatan di Kota Daeng.
“Kata dokter harus secepatnya dibawa ke Makassar, nanti bisa terlambat,”ungkap Hidayani lirih, sembari menahan air mata.
Setiap malam, Suci kerap mengeluh kesakitan. Rasa nyeri menyerang perut, pinggang, hingga kepala, disertai rasa panas yang membuatnya sulit tidur.
Menurut sang ibu, Suci sudah sering sakit sejak masih duduk di bangku taman kanak-kanak, namun hanya ditangani dengan obat-obatan sederhana yang dibeli di warung.
Melihat kondisi tersebut, Hidayani berharap uluran tangan masyarakat Kota Baubau dan para dermawan untuk membantu proses penyembuhan putrinya.

Saat ini, Hidayani dan Suci tengah mendapatkan pendampingan dari Yayasan Posko Berbagi Baubau. Ketua Posko Berbagi Baubau, Melani, mengatakan sembari membantu mengumpulkan donasi pihaknya akan segera memberangkatkan Suci ke Makassar untuk menjalani pengobatan lanjutan.
“Insya Allah akan berangkat secepatnya. Kapal rencananya ada Rabu malam. Kami masih membuka donasi seluas-luasnya untuk membantu keluarga Ibu Hidayani,” ungkap Melani.
Bagi masyarakat yang ingin membantu meringankan beban keluarga Suci, donasi dapat disalurkan melalui rekening Posko Berbagi Baubau Bank BRI Nomor Rekening 0562-0103-3908-504, atau menghubungi Melani di nomor 0813 5583 0400.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....