Rare Indonesia–Pemkab Buton Perkuat Pengelolaan Perikanan Kolaboratif
- 04 Feb 2026 15:01 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Buton - Rare Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Buton memperkuat pengelolaan perikanan berbasis masyarakat melalui Program Pengelolaan Akses Area Perikanan (PAAP) yang saat ini menjangkau 4.791 nelayan di 7 kecamatan dan 62 desa pesisir.
Program ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia nelayan, tata kelola perikanan, serta kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.
Penguatan kolaborasi tersebut dibahas dalam audiensi Rare Indonesia dengan Pemkab Buton di Ruang Kerja Sekda Buton, Takawa, Pasarwajo, Senin, 2 Februari 2026.
Rare Indonesia saat ini bekerja di tujuh kawasan PAAP, yakni Kapontori (8 desa), Siotapina–Lasalimu Selatan (7 desa), Wabula (4 desa), Ngapa Toowa (7 desa), Kolowa–Pasarwajo (12 desa), Sangia Wa Ode (10 desa), dan Lasalimu (14 desa). Kawasan Lasalimu mulai dikembangkan sejak 2025 sebagai proyek percontohan pendanaan Impact Bond (IBF).
“Untuk mendukung bisnis perikanan skala kecil, Rare melakukan pendampingan dan peningkatan kapasitas pembeli ikan tingkat pertama, termasuk pencatatan transaksi secara daring. Data ini menjadi dasar pengambilan keputusan kelompok dalam pengelolaan perikanan di kawasan,” ujar Senior Manager Policy and Partnership Rare Indonesia, Wa Ode Anna Dianna Sastri Chaidir.
Berdasarkan pencatatan OurFish, sebanyak 156 ton ikan dari kawasan PAAP Kabupaten Buton telah terdokumentasi. Tren total volume tangkapan menunjukkan peningkatan sejak pencatatan dimulai pada 2020 hingga 2025, dan terus dikaji bersama oleh kelompok PAAP dan Rare.
Program PAAP juga memberikan edukasi konservasi pesisir melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat, penguatan kebijakan tata kelola, serta skema pendanaan berkelanjutan. Rare melatih kelompok dalam manajemen kelembagaan, keuangan, dan fungsi organisasi, serta menyalurkan hibah kompetitif untuk pelaksanaan rencana kerja pengelolaan perikanan.
Di bidang ekonomi, Rare menggelar literasi keuangan, pembentukan kelompok simpan pinjam, pendampingan usaha perikanan bagi pembeli dan pengolah ikan, serta pelatihan produk olahan. seperti pembuatan abon di Kawasan PAAP Wabula.
Sepanjang 2021–2025, sebanyak 726 nelayan telah dilatih literasi keuangan, 496 nelayan terdaftar BPJS Ketenagakerjaan, dan 18 KSP PAAP aktif.
Rare juga menyiapkan konsultan kemitraan desa dan staf lapangan untuk mendampingi desa-desa pesisir serta mengawal Program ARUS (Action for Resilient and Sustainable Seas).
Bersama ITK Buton dan Pemkab Buton, Rare menyusun Buku Peta Jalan Ekonomi Biru Kabupaten Buton sebagai pedoman pembangunan dan kebutuhan dukungan regulasi.
Sekda Buton La Ode Syamsudin menyatakan Pemkab Buton menyambut baik kerja sama ini.
“Komitmen Pemkab Buton sejalan dengan Rare Indonesia untuk mendukung masyarakat pesisir. Dengan potensi lokal serta pengalaman dan referensi Rare, kualitas pelaku perikanan di Buton dapat meningkat,” katanya.
Ia menambahkan, program Rare selaras dengan kearifan lokal Buton yang berbasis lingkungan, seperti praktik ombo di wilayah Dongkala dan Kondowa, di mana pemanfaatan laut dilakukan secara periodik menjelang pesta adat Kabaria dan menjadi atraksi wisata.
Pemkab Buton berharap kolaborasi ini berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan nelayan dan keberlanjutan sumber daya pesisir.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....