Sepanjang 2025, Terkonfirmasi DBD di Baubau 120 Kasus

  • 03 Feb 2026 10:14 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau – Sepanjang tahun 2025, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, tercatat mencapai 120 kasus. Meski demikian, seluruh kasus tersebut berhasil ditangani dengan baik dan tidak menimbulkan korban jiwa.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2) Dinas Kesehatan Kota Baubau, Yuslina mengatakan keberhasilan pengendalian kasus DBD tidak lepas dari kerja sama lintas sektor serta partisipasi aktif masyarakat.

“Alhamdulillah untuk seluruh kasus tersebut tidak ada yang sampai meninggal dunia, karena kasusnya cepat ditemukan. Pasien yang menunjukkan gejala DBD langsung dibawa ke fasilitas kesehatan sehingga segera mendapatkan penanganan, baik terhadap pasien maupun lingkungannya,” jelas Yuslina, Selasa 3 Februari 2026.

Menurutnya, penyebab utama munculnya penyakit demam berdarah adalah lingkungan dan sanitasi yang buruk yang menjadi sarang serta tempat perindukan nyamuk Aedes aegypti.

Yuslina menambahkan, kasus DBD paling banyak menyerang anak-anak dan usia produktif. Sebaran kasus tertinggi umumnya terjadi di wilayah perkotaan dengan kepadatan permukiman tinggi, khususnya kawasan yang dekat dengan timbunan sampah dan saluran drainase.

Ia juga menjelaskan tren kasus DBD setiap tahun biasanya mengikuti musim pancaroba, dengan lonjakan tertinggi terjadi pada bulan Januari hingga April.

Untuk menekan peningkatan kasus DBD, Yuslina mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan aktif melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus, yakni menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas, serta langkah pencegahan tambahan lainnya.

“Peran masyarakat sangat penting agar kasus DBD di Kota Baubau tetap terkendali,” pungkasnya.

Dinas Kesehatan melalui Puskemas juga membagikan larvasida kepada masyarakat secara gratis sebagai bentuk pengendalian populasi nyamuk.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....