Baubau Kukuhkan Diri Sebagai Gerbang Ekspor ke Pasar Dunia
- 28 Jan 2026 19:57 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau - Setelah sekian lama komoditas unggulan Kepulauan Buton hanya "numpang lewat" dan tercatat sebagai ekspor daerah lain, pada Rabu 28 Januari 2026, Kota Baubau resmi mengukuhkan diri sebagai gerbang ekspor langsung ke pasar dunia.
Keberhasilan ini ditandai dengan pengiriman perdana 15 ton ubur-ubur hasil tangkapan nelayan lokal ke Tiongkok melalui Pelabuhan Murhum Baubau. Meski terlihat sederhana, ubur-ubur ini adalah simbol perlawanan terhadap rantai distribusi panjang yang selama ini mencekik margin keuntungan produsen lokal.
Wakil Wali Kota Baubau, Wa Ode Hamsinah Bolu, menegaskan bahwa ekspor perdana ini adalah hasil perjuangan panjang antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, Pemerintah Kota dan Kabupaten hingga instansi vertikal seperti Bea Cukai dan KSOP.
"Selama ini, ada lebih dari 3.000 ton komoditas kita yang keluar melalui pintu daerah lain seperti Surabaya dan Makassar. Nama kita tidak tercatat, insentif pajaknya lari ke sana. Hari ini kita balikkan keadaan itu,"ujar Wa Ode Hamsinah di sela-sela launching ekspor perdana di Pelabuhan Murhum.
Hamsinah mengatakan, ekspor langsung berarti kepastian harga. Selama ini, nelayan dan petani sering kali kalah di "kandang lawan". Ketika barang dikirim ke luar daerah, mereka tak punya daya tawar saat pembeli mengklaim kualitas barang menurun (down-grade).
"Kalau mutunya ditentukan di sini melalui Balai Mutu dan Karantina kita, maka ikan tuna atau rumput laut kita dapat harga Grade 1. Tidak ada lagi cerita barang layu di jalan atau harga dipermainkan di daerah lain,"tegasnya.
Pilihan komoditas ubur-ubur pada ekspor perdana ini pun tergolong unik. Tanpa butuh biaya pakan, ubur-ubur ibarat "hadiah langsung dari alam" yang nilai ekonomisnya melonjak drastis begitu menyentuh pasar internasional.
Namun, pemerintah memastikan ini baru permulaan. Target berikutnya adalah komoditas yang lebih masif seperti rumput laut dengan volume besar yang siap menyasar pasar industri global. Termasuk Tapioka dan komoditas perikanan segar lainnya berupa rajungan, lobster, hingga tuna yang kini bisa dikirim dalam kondisi kualitas nomor satu.
Wawali Baubau mengatakan, hadirnya jalur ekspor langsung menjadi ajakan untuk bertindak bagi dua pihak. Pertama, bagi para investor dan eksportir, untuk menjadikan Baubau sebagai basis ekonomi baru di Timur Indonesia.
Kedua, bagi masyarakat lokal, ini adalah tantangan untuk produktif. Tidak perlu lagi ragu "mau dijual ke mana", karena pintu pasar dunia sudah terbuka lebar di depan mata.
"Kita tidak lagi sekadar memancing untuk makan sehari-hari, tapi kita memancing untuk memenuhi kebutuhan dunia,"kata Hamsinah.
Dengan ekspor langsung dari Pelabuhan Murhum, Baubau tak lagi sekadar daerah transit. Kota ini mulai menegaskan diri sebagai pahlawan devisa baru dari timur Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....