Disperkimtan Baubau Usulkan Asesmen Struktur Rusun Wameo

  • 23 Jan 2026 20:05 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau – Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Baubau pada tahun 2026 mengusulkan pelaksanaan asesmen struktur bangunan terhadap rumah susun (rusun) subsidi di Pasar Wameo dan Rusunawa Green City di Kelurahan Kotamara. Asesmen ini diharapkan menjadi dasar teknis agar perbaikan dan rehabilitasi rusun dapat direalisasikan pada tahun 2027 mendatang.

Kepala Disperkimtan Kota Baubau, Sitti Amalia, mengatakan kondisi bangunan rusun di Kelurahan Wameo saat ini cukup memprihatinkan dan membutuhkan pemugaran serta rehabilitasi berat. Hal tersebut disebabkan usia bangunan yang sudah tua serta letaknya yang berada di dekat laut.

“Rusun Wameo ini dibangun sejak tahun 2001 atau sekitar 25 tahun lalu. Karena lokasinya dekat laut, bangunan dan besinya mengalami korosi sehingga kondisinya sudah sangat kritis,” ungkap Sitti Amalia, Kamis 22 Januari 2026.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut berbeda dengan Rusunawa Green City di Kotamara yang dibangun pada tahun 2017, meskipun saat ini juga terdapat sejumlah kamar yang tidak dapat dihuni karena mengalami kerusakan.

Disperkim mencatat, baik di rusun subsidi Wameo maupun Kotamara terdapat beberapa unit kamar yang kosong akibat kerusakan parah. Namun, keterbatasan anggaran pada tahun 2026 akibat kebijakan efisiensi membuat pihaknya belum dapat melakukan perbaikan secara menyeluruh.

Menurut Amalia, asesmen struktur bangunan sangat penting untuk menilai kondisi aktual gedung sekaligus menyusun dokumen teknis terkait jenis dan skala penanganan yang dibutuhkan.

“Tujuannya agar ketika anggaran rehabilitasi tersedia, perbaikan yang dilakukan sudah sesuai dengan perhitungan dan kebutuhan teknis bangunan,” jelasnya.

Di tengah kondisi fisik rusun yang membutuhkan perhatian, Amalia menyebutkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor rusun pada tahun 2025 justru melampaui target. Realisasi PAD tercatat mencapai 103 persen dari target yang ditetapkan.

Ia menambahkan, potensi PAD sektor rusun diperkirakan dapat mencapai Rp1,035 miliar apabila seluruh kamar dalam kondisi layak huni. Namun saat ini, sejumlah unit tidak dapat disewakan karena kerusakan pada atap, dinding, hingga sanitasi.

“Kalau semua kamar layak huni, PAD sektor rusun tentu bisa lebih maksimal,” tandasnya.

Disperkimtan Kota Baubau mengelola tiga rumah susun, yakni Rusunawa Green City di Kotamara, rumah susun di Pasar Wameo, serta rumah susun khusus ASN. Total unit kamar yang tersedia berjumlah lebih dari 400 unit. Untuk rusun Wameo dan Kotamara, tingkat hunian saat ini hampir penuh, sementara rusun ASN di kawasan Palagimata masih menyisakan sekitar 40 persen kamar yang belum terisi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....