Rusak Parah Puluhan Kamar Rusun Baubau Tak Dihuni

  • 23 Jan 2026 15:24 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau - Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Baubau mencatat sejumlah kamar di rumah susun (rusun) subsidi di Kotamara dan Pasar Wameo tidak dapat dihuni akibat mengalami kerusakan parah. Kondisi tersebut menyebabkan pemanfaatan rusun belum sepenuhnya optimal.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Baubau, Sitti Amalia, mengatakan pihaknya saat ini kesulitan melakukan perbaikan karena adanya kebijakan efisiensi anggaran pada tahun 2026.

Menurut Amalia, kondisi bangunan rusun di Kelurahan Wameo tergolong memprihatinkan dan membutuhkan pemugaran serta rehabilitasi berat. Hal itu disebabkan lokasi bangunan yang berada di dekat laut sehingga struktur bangunan dan material besi mengalami korosi.

“Kondisinya rusun Wameo ini sudah sangat kritis karena bangunannya dekat laut sehingga bangunannya dan besinya mengalami korosi, ada beberapa kamar yang tidak dihuni,” ungkap Amalia, Jumat 23 Januari 2026.

Ia menjelaskan, bangunan rusun Wameo telah berdiri sejak tahun 2001 atau sekitar 25 tahun lalu. Kondisi tersebut berbeda dengan Rusunawa Green City di Kotamara yang dibangun pada tahun 2017 dan masih relatif lebih baik.

Meski terbatas anggaran, Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Baubau mengusulkan pelaksanaan asesmen struktur bangunan. Asesmen tersebut diharapkan dapat dilakukan sehingga perbaikan rusun dapat direalisasikan pada tahun 2027 mendatang.

“Asesmen struktur ini bertujuan untuk melakukan penilaian teknis serta menyusun dokumen langkah-langkah penanganan sesuai kondisi bangunan. Dengan begitu, saat dilakukan perbaikan sudah sesuai dengan hitungan teknisnya,” jelasnya.

Sementara itu, Dinas Perumahan dan Permukiman belum dapat memastikan usia teknis bangunan rusun di Pasar Wameo. Kepastian tersebut masih menunggu hasil asesmen struktur yang di dalamnya mencakup kajian kelayakan bangunan, termasuk kekuatan struktur.

Di tengah kondisi sejumlah kamar rusak, Amalia menyebutkan endapatan Asli Daerah (PAD) sektor rusun pada tahun 2025 justru melampaui target. Realisasi PAD tercatat mencapai 103 persen dari target yang ditetapkan. Ia memprediksi jika seluruh kamar layak huni maka PAD sector ini akan lebih dari target.

“Secara potensi, PAD sector rusun bisa capai Rp 1 Miliar 35 Juta, tetapi Karena ada kamar rusak, mulai dari atap, dinding hingga sanitasi sehingga tidak layak huni,”tandasnya.

Diketahui, Pemerintah Kota Baubau saat ini mengelola tiga rumah susun, yakni Rusunawa Green City di Kotamara, rumah susun di Pasar Wameo, serta rumah susun khusus Aparatur Sipil Negara (ASN) di kawasan Palagimata. Total kamar yang tersedia di ketiga rusun tersebut berjumlah lebih dari 400 unit.

Untuk tingkat hunian, rusun di Wameo dan Kotamara saat ini hampir seluruh kamar terisi. Sementara itu, rumah susun khusus ASN di kawasan Palagimata masih memiliki sekitar 40 persen kamar yang belum terisi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....