Prajurit dan Persit Kodim 1413 Buton Penyuluhan HIV/AIDS
- 23 Jan 2026 09:47 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau – Komando Distrik Militer (Kodim) 1413 Buton menggelar kegiatan penyuluhan kesehatan tentang HIV/AIDS bagi seluruh prajurit Kodim 1413 Buton dan anggota Persit Kartika Chandra Kirana. Kegiatan ini dilaksanakan secara luring dan daring untuk menjangkau personel yang bertugas di wilayah kepulauan, bertempat di Aula Kodim 1413 Buton, Kota Baubau, Kamis 22 Januari 2026.
Penyuluhan tersebut terselenggara atas kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Baubau sebagai upaya pencegahan dan pengendalian penyakit HIV/AIDS di lingkungan prajurit TNI AD beserta keluarga. Kegiatan dibuka langsung oleh Komandan Kodim 1413 Buton yang didampingi Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang Kodim 1413 Buton. Seluruh prajurit dan anggota Persit tampak antusias mengikuti kegiatan yang dinilai sangat penting sebagai bekal pengetahuan kesehatan.
Dalam sambutannya, Dandim 1413 Buton Letkol Inf Arif Nofiyanto menekankan penyuluhan HIV/AIDS merupakan langkah preventif untuk melindungi prajurit dan keluarganya dari risiko penularan penyakit. Ia menegaskan pentingnya pemahaman yang benar terkait bahaya, cara penularan, serta pencegahan HIV/AIDS agar tidak terjadi penyebaran maupun stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV.
“Pemahaman yang baik sangat diperlukan agar prajurit dan keluarga mampu menerapkan pola hidup sehat serta menjauhi perilaku berisiko yang dapat menyebabkan penularan HIV/AIDS,” ujar Dandim.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Baubau, Yuslina
Sementara materi penyuluhan disampaikan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Baubau, Yuslina. Dalam paparannya, ia menjelaskan HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang dan melemahkan sistem kekebalan tubuh manusia, sedangkan AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) merupakan kumpulan gejala akibat infeksi HIV pada tahap lanjut ketika sistem kekebalan tubuh telah rusak parah.
Yuslina menegaskan HIV tidak mudah menular karena penularannya sangat terbatas. Namun, sekali terinfeksi, virus tersebut akan berada dalam tubuh seumur hidup dan dapat menular apabila penderitanya tetap melakukan perilaku berisiko.
Dijelaskan pula penularan HIV hanya dapat terjadi melalui empat cairan tubuh, yaitu darah, sperma, cairan vagina, dan air susu ibu (ASI). “Penularan dapat terjadi melalui empat jalur utama, yakni hubungan seksual berisiko, penggunaan jarum suntik secara bergantian, transfusi darah yang tidak melalui skrining, serta penularan dari ibu ke bayi saat kehamilan, persalinan, atau melalui AS,”ungkapnya.

Ia menambahkan, sebagai langkah pencegahan, peserta dianjurkan untuk menunda hubungan seksual bagi yang belum menikah, setia pada satu pasangan, menggunakan kondom pada hubungan seksual berisiko, menolak penggunaan narkoba suntik, serta tidak menggunakan jarum suntik secara bergantian. Pemeriksaan kesehatan secara berkala juga dianjurkan sebagai deteksi dini.
Lebih lanjut disampaikan bahwa HIV/AIDS memerlukan perhatian khusus karena hingga saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan dan belum tersedia vaksin pencegahannya. Selain itu, biaya pengobatan harus ditanggung seumur hidup dan penyakit ini dapat menurunkan kualitas sumber daya manusia serta produktivitas kerja, yang berdampak pada perekonomian negara.
Kegiatan penyuluhan ini merupakan bagian dari upaya mendukung target Three Zero 2030, yakni Zero Infeksi Baru HIV, Zero Kematian Akibat AIDS, serta Zero Stigma dan Diskriminasi. “Stop stigma dan diskriminasi dimulai dari pengetahuan,” pungkas Yuslina.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....