Monitoring MUI Sultra, Puji Kemajuan MUI Baubau

  • 22 Jan 2026 20:48 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau - Tim Monitoring Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) memuji kemajuan organisasi MUI Kota Baubau. Khususnya dalam penguatan kelembagaan, kerapian administrasi, dan efektivitas program kerja.

Penilaian tersebut disampaikan dalam kegiatan monitoring yang berlangsung di Sekretariat MUI Kota Baubau, Kamis, 22 Januari 2026. Kegiatan ini dihadiri pengurus MUI Kota Baubau dan dipandu Sekretaris MUI Baubau, Ustadz Hamdani, S.HI.

Ketua MUI Kota Baubau, KH. Abdul Rasyid Sabirin, Lc., M.A., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kunjungan tim monitoring MUI Sultra.

Ia menjelaskan bahwa sekretariat MUI Baubau yang saat ini digunakan telah memasuki tahun kedua, setelah pada periode kepengurusan sebelumnya MUI Baubau menempati gedung milik Kementerian Agama Kabupaten Buton.

“Pada periode kedua kepengurusan 2024–2029, kami menyusun struktur pengurus seefektif mungkin agar roda organisasi berjalan optimal, termasuk dalam pengelolaan anggaran tahun 2025,” ujarnya.

Anggota Tim Monitoring MUI Sultra, Dr. H. Muhammad Hasdin Has, Lc., M.Th.I., menyampaikan bahwa kegiatan monitoring merupakan agenda rutin untuk melihat perkembangan MUI di tingkat kabupaten/kota.

“Monitoring ini bertujuan menilai kemajuan organisasi. Selain Baubau, kami juga akan mengunjungi MUI Buton, Buton Selatan, Buton Tengah, dan Wakatobi,” katanya.

Foto Bersama di Sekretariat MUI Kota Baubau, Kamis, 22 Januari 2026 Usai Monitoring dari MUI Provinsi Sultra. (Foto: MUI Baubau/Mu'jizat)

Ia menambahkan, MUI Baubau dinilai mengalami peningkatan, terutama dalam pengembangan organisasi dan kerapian administrasi.

Apresiasi serupa disampaikan Ketua Tim Monitoring, Prof. Dr. Ir. H. Muhammad Nurdin, M.Sc., IPU., ASEAN Eng. Menurutnya, MUI Baubau terus menunjukkan langkah maju dalam pengelolaan organisasi.

“Kami melihat pengelolaan sekretariat yang semakin baik, kinerja pengurus yang efektif, serta program kerja yang terukur,” ujarnya.

Prof. Nurdin menjelaskan, monitoring dilakukan untuk menguatkan peran MUI sekaligus memetakan potensi MUI kabupaten/kota sebagai data dasar di tingkat nasional.

Proses monitoring mencakup dialog kinerja dengan pengurus MUI Baubau, serta penilaian pada aspek kelembagaan dan administrasi, ketersediaan arsip organisasi, hingga perencanaan serta evaluasi program kerja.

Ia juga menekankan pentingnya kemitraan strategis dengan pemerintah daerah serta kemampuan organisasi dalam membaca potensi, kelemahan, dan inovasi.

“MUI Baubau memiliki potensi untuk berkembang pesat jika terus memperkuat kolaborasi dan konsistensi program,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....