Kasus DBD di Baubau Capai 13 Kejadian
- 22 Jan 2026 15:22 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Baubau mencatat sebanyak 13 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) hingga 21 Januari 2026. Kasus tersebut tersebar di sejumlah kelurahan di wilayah Kota Baubau, dengan jumlah terbanyak ditemukan di Kelurahan Katobengke dan Kelurahan Bukit Wolio Indah.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Baubau, dr. Frederik Tangke Allo, mengungkapkan Kelurahan Katobengke tercatat memiliki 4 (empat) kasus DBD, sementara Kelurahan Bukit Wolio Indah sebanyak 3 (tiga) kasus.
“Mari bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dengan giat melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus sebagai upaya pencegahan dan menekan peningkatan kasus DBD,” ujar dr. Frederik dalam keterangan tertulis kepada awak media.
Ia menambahkan, berdasarkan hasil Penyelidikan Epidemiologi (PE) di lokasi kasus, Dinas Kesehatan menemukan sejumlah faktor risiko yang berpotensi memicu penyebaran DBD. Di antaranya adalah tumpukan sampah di sekitar rumah pasien, keberadaan jentik nyamuk di dalam rumah seperti pada penampungan air dispenser, bak mandi, dan drum, serta genangan air di halaman rumah akibat musim hujan yang menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Dinkes Kota Baubau mengimbau agar distribusi larvasida dipastikan berjalan dengan baik, serta menggalakkan gerakan kebersihan lingkungan secara bersama-sama dengan lintas sektor dan masyarakat.
Dinas Kesehatan juga menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan jajaran puskesmas dalam upaya pengendalian DBD.
Lanjut Kadis Dinkes, salah satu kegiatan Penyelidikan Epidemiologi dilakukan di RT 2 RW 3 Kelurahan Wajo, dengan agenda pemeriksaan jentik dan pemberian bubuk abate di sekitar rumah kasus.
“Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh tim yang terdiri dari programmer DBD, programmer surveilans, serta programmer kesehatan lingkungan (kesling),”jelasnya.
Selain itu, tim juga melakukan koordinasi dengan Lurah Wajo terkait peningkatan kasus DBD dan langkah-langkah penanganan yang telah dan akan dilakukan.
Melalui upaya penelusuran kasus, pencegahan, pemberantasan sarang nyamuk, hingga pengobatan, ia berharap seluruh pihak dapat meningkatkan kewaspadaan dan berperan aktif dalam mencegah serta memberantas DBD dan penyakit menular lainnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....