DLH Baubau Didorong Cari Solusi Inovatif Atasi Sampah

  • 24 Sep 2025 15:40 WIB
  •  Baubau

KBRN, Baubau: Persoalan pengelolaan sampah masih menjadi tantangan serius bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau. Meskipun jadwal pengangkutan sampah telah ditetapkan, masih banyak warga yang belum mematuhi aturan tersebut, menyebabkan tumpukan sampah di berbagai titik kota.

Wali Kota Baubau, Yusran Fahim, didampingi Wakil Wali Kota Wa Ode Hamsinah Bolu, menyampaikan hal tersebut saat melakukan audiensi bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Baubau dalam agenda ekspose pengelolaan persampahan Tahun 2025 di Aula Kantor DLH, Rabu (24/9/2025).

"Saya kira bukan hanya di Baubau yang mengalami hal seperti ini, semua daerah juga mengalami hal serupa. Namun, kita harus punya gagasan-gagasan baru, belajar dari pengalaman daerah lain agar pengelolaan sampah kita bisa lebih baik," ujar Yusran Fahim.

Menurutnya, DLH harus bergerak lebih progresif dan inovatif dalam menyikapi masalah ini. Salah satu usulan yang disampaikan adalah mendatangkan ahli persampahan untuk memberikan masukan teknis mengenai strategi pengelolaan sampah yang tepat guna dan berkelanjutan.

"Pengelolaan persampahan harus segera ditindaklanjuti. Apakah dengan menghadirkan ahli, atau dengan studi banding ke daerah lain yang berhasil menangani masalah serupa. Kita perlu referensi yang konkret," tambahnya.

Terkait anggaran, Wali Kota mengakui alokasi dana berapa pun jumlahnya belum tentu cukup untuk menyelesaikan seluruh permasalahan persampahan yang ada. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih kreatif dan berbasis pemberdayaan masyarakat.

Ia juga menyoroti potensi ekonomi dari aktivitas pengumpulan sampah, terutama sampah plastik, yang selama ini dilakukan oleh warga secara swadaya. Namun, belum ada langkah nyata dari DLH untuk memfasilitasi kegiatan tersebut secara terstruktur.

"Kita bisa melihat contoh di beberapa daerah, DLH mereka membentuk koperasi pengumpul sampah, bahkan menghasilkan paving block dari limbah plastik. Ini bisa menambah PAD jika dikelola dengan serius," tegas Yusran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....