Hamsinah Bolu: Refleksi Perjuangan Kartini dalam Kesetaraan Gender
- 21 Apr 2025 17:29 WIB
- Baubau
KBRN, Baubau: Perjuangan Kartini pada masa kini harus direfleksikan dalam upaya kesetaraan gender dan emansipasi. Pentingnya memberi ruang bagi perempuan untuk berkontribusi dalam pembangunan dunia.
Hal itu ditegaskan Wakil Wali Kota Baubau, Wa Ode Hamsinah Bolu, dalam apel pagi Pemkot Baubau yang dilaksanakan pada Senin (21/4/2025) di lapangan upacara kantor Wali Kota Baubau, Palagimata. Memperingati Hari Kartini, seluruh ASN perempuan mengenakan pakaian kebaya.
"Perjuangan Kartini adalah perjuangan untuk kesetaraan, untuk emansipasi. Ketika perempuan berbicara tentang kesetaraan dan emansipasi, ini bukan hanya untuk dirinya sendiri,” ujarnya.
“Separuh dari penduduk dunia ini adalah perempuan. Dapat dibayangkan jika perempuan tidak diberi ruang untuk berkontribusi dalam mengelola dunia ini, separuh penduduk dunia akan duduk di rumah. Seharusnya, tidak hanya laki-laki yang bekerja dan menafkahi dunia," kata Wa Ode Hamsinah Bolu dalam sambutannya.
Ia menambahkan bahwa memberi ruang bagi perempuan untuk berkinerja dan berkontribusi pada pembangunan adalah kunci bagi pembangunan yang adil dan maju.
"Ini adalah kunci pembangunan yang adil dan maju. Separuh dunia adalah perempuan. Jika mereka diberi ruang untuk berkontribusi dalam pembangunan Indonesia, maka pembangunan kita akan menjadi lebih ringan," jelasnya.
Wa Ode Hamsinah Bolu juga menekankan bahwa perjuangan kesetaraan gender tidak hanya melibatkan perempuan, tetapi juga laki-laki. "Jargon yang berkembang sekarang ini adalah 'He for She', yang artinya perjuangan perempuan bukan hanya milik perempuan, tetapi juga laki-laki.
“Laki-laki harus memahami perjuangan ini dan bersama-sama dengan perempuan untuk mencapai tujuan bersama," ujarnya. Ia menambahkan bahwa perempuan dan laki-laki bisa menjadi mitra dalam membangun negeri Indonesia.
Selain berbicara tentang kesetaraan gender, Wa Ode Hamsinah Bolu juga menyoroti pentingnya kinerja. Ia menekankan bahwa ruang untuk perempuan di Indonesia saat ini sudah semakin terbuka, dan perempuan harus menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
"Jangan berpikir bahwa karena kita perempuan, kita hanya bekerja setengah porsi. Kita harus bekerja sesuai dengan tugas dan tanggung jawab kita dalam setiap jabatan yang kita emban," ujarnya.
Lebih lanjut, Wa Ode Hamsinah Bolu menegaskan bahwa kesetaraan gender di Indonesia sudah semakin diakui. Kesetaraan gender ini disuarakan di berbagai daerah, dari provinsi hingga kabupaten dan kota.
“Peran perempuan sangat penting, baik itu sebagai ibu rumah tangga, lurah, camat, bahkan presiden. Artinya, bukan hanya sekedar formalitas, tetapi undang-undang memberikan ruang bagi perempuan untuk berkontribusi dalam pemerintahan," tuturnya.
Dengan demikian, peringatan Hari Kartini 2025 di Kota Baubau menjadi momentum penting untuk terus memperjuangkan kesetaraan gender, memberikan ruang bagi perempuan untuk berperan aktif, dan memastikan bahwa perempuan dan laki-laki saling mendukung dalam membangun bangsa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....