Cara Mengatasi Amarah dalam Perspektif Islam
- 19 Des 2024 23:05 WIB
- Baubau
KBRN, Baubau: Dalam ajaran Islam, sifat pemarah sangat dianjurkan untuk dijauhi. Bahkan, sebuah hadis Riwayat Ath-Tabrani menyebutkan, "Jangan Marah maka bagimu Syurga," yang merupakan wasiat dari Rasulullah SAW untuk umatnya agar dapat menahan amarah dan lebih sering memaafkan. Namun, sebagai manusia, kita sering kali dihadapkan pada situasi yang memicu emosi, terlebih ketika perasaan kita tersinggung oleh orang lain.
Terkait hal ini, Ustaz Alexander dalam program Mutiara Pagi RRI Baubau yang disiarkan, Kamis(5/12/2024), memberikan panduan tentang bagaimana cara menahan amarah saat berada dalam situasi yang membuat kita kesal atau tersinggung.
Menanggapi pertanyaan dari seorang pendengar, Faiz, yang menghubungi program tersebut, Ust. Alexander mengungkapkan beberapa cara praktis yang dapat dilakukan untuk mengelola emosi.
"Jadi bagaimana caranya supaya kita tidak emosi saat ada orang yang menyinggung perasaan kita? Ada beberapa cara, yang pertama adalah segera meninggalkan tempat atau orang itu,"ungkap Ust. Alexander.
Ia menambahkan, dengan menjauh dari situasi yang memicu emosi, kita memberi kesempatan bagi diri kita untuk menenangkan diri sebelum reaksi negatif muncul.
Namun, dalam kondisi tertentu, seperti ketika kita terjebak dalam rapat atau situasi sosial yang tidak memungkinkan untuk meninggalkan tempat, Ust. Alexander menekankan pentingnya menjaga ketenangan batin.
"Jika tidak bisa meninggalkan tempat, maka yang harus kita lakukan adalah diam tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Kemudian, setelah diam, kita atur nafas kita. Biasanya, saat marah, nafas kita jadi tidak teratur dan jantung berdetak kencang,"jelasnya.
Menurut Ust. Alexander, mengendalikan nafas dapat membantu menenangkan tubuh dan pikiran. Ia juga menambahkan, "Apa yang kita ucapkan ketika marah sering kali membuat kita menyesal. Karena saat seseorang marah, ia bukan lagi menjadi dirinya, tetapi sudah dikuasai oleh syaitan,"katanya.
Dengan menahan diri dan mengelola amarah, kita bukan hanya menghindari kata-kata atau tindakan yang dapat merugikan, tetapi juga memperoleh pahala yang besar. Sebab, dalam Islam, mengendalikan emosi adalah salah satu bentuk pengendalian diri yang sangat dihargai.
Ust. Alexander mengajak umat untuk selalu berusaha menahan amarah dan memperbanyak kesabaran dalam menghadapi situasi yang memicu kemarahan, sehingga bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan diterima di sisi Allah SWT.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....