Penjelasan Tentang Nabi Muhammad Bersyahadat dan Bersalawat
- 10 Nov 2024 07:01 WIB
- Baubau
KBRN, Baubau: Syahadat adalah kalimat pengakuan keimanan umat muslim. Karena seseorang yang bersyahadat berarti mengakui Allah SWT adalah satu-satunya Tuhan yang disembah dan Nabi Muhammad SAW sebagai utusan Allah.
Sebagai umat muslim tentu wajib bersyahadat sebagai bukti bahwa mengimani Allah dan Rasul. Namun bagaimana dengan manusia mulia Muhammad SAW yang menjadi Nabi Allah. Apakah beliau juga bersyahadat?
Pertanyaan ini datang dari salah satu pendengar acara “Mutiara Pagi” RRI Baubau edisi Rabu, (6/11/2024) bernama Zul. Dalam acara yang membahas tentang topik “Cerdas dengan bekal kematian” ini Zul bergabung via telepon dan mengajukan pertanyaan kepada narasumber.
Ust Hamdani sebagai narasumber lantas merespon pertanyaan tersebut dengan cukup antusias
“Terimakasih atas pertanyaannya, ini pertanyaan menarik, ini pertanyaan otak atik otak. Apakah nabi bersyahadat, iyaa,, sama dengan pertanyaan apakah Nabi bersolawat, iyaa. Karena Nabi itu bersyahadat dan bersolawat tapi rasanya bukan seperti syahadat dan solawatnya kita. Artinya Nabi itu uswatun hasanah, Nabi mencontohkan kepada umatnya apa yang harus dikerjakan dan perbuat, "ungkap Ust Hamdani, Rabu(6/11/2024)
Ust Hamdani melanjutkan, syahadat yang umat muslim ucapkan setiap sholat bermula dari syahadat para malaikat di Arsh ketika merasa kagum melihat dialog Allah dan Rasulallah dalam peristiwa isra’ mi’raj.
“Dijelaskan dalam kitab tafsir ibnu kasir bahwa sanya ketika nabi Muhammad SAW ketika berdialog dengan Allah Ta’ala, malaikan yang melihat itu kagum. Ingat waktu tahiyat sholat, “Attahiyatul, mubarakatu solawatu Toyyibatulillah” itu Muhammad memuji kebesaran, keindahan, kesucian, ketakjuban akan ArshNya Allah,"jelasnya.
"Lantas Allah menyapa Nabinya, “Assalamualaika ayyuhannabi, warahmatullah wabarakatu” keselamatan untukmu wahai nabi, karena nabi mendengar “assalamualaika” untuk dirinya, tapi karena Nabi sangat cinta kepada ummatnya, nabipun menjawab “assalamualaina Yaa Allah”, untuk kami, “wa’ala ibaadillahi sholihin” dan orang-orang soleh bersama kami. Saat itu para malaikat menyaksikan, ketika mendengar itu Maasyaa Allah Nabi ini sudah dipanggil Allah istimewa tapi masih mengingat umatnya di dunia. Disitulah para malaikat langsung bersyahadat,"terang menambahkan.
Ust Hamdani menegaskan, mengenai syahadat Nabi bukanlah seperti syahadat kita sebagai pengikutnya, namun Nabi Muhammad bersyahadat sebagai contoh agar diikuti oleh kaumnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....