Tari Galangi Bukti Kecintaan Terhadap Leluhur

  • 08 Okt 2024 23:50 WIB
  •  Baubau

KBRN,Baubau : Tarian yang ada di pulau Buton Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra)merupakan salah satu dari kekayaan budaya yang ada di Indonesia. Kesenian tari merupakan gambaran kondisi penduduk setempat seperti penyambutan tamu, peresmian pembukaan lahan pertanian maupun tari perang sebagai cara menghadapi musuh.

Masyarakat Pulau Buton sampai saat ini masih melestarikan dan menjaga adat istiadatnya yang di wariskan oleh para leluhur. Seperti halnya Seni tari Galangi yang masih di ajarkan oleh generasi muda yang ada di dataran pulau Buton.

Dikutip dari DisparSultra.com, Tari Galangi adalah tarian perang yang berasal dari Kepulauan Buton.Tarian galangi ini menggambarkan bagaimana penggunaan gala (tombak) dalam menghadapi musuh. Dalam Penampilannya Tarian Galangi ini dipertunjukkan untuk mengiringi sultan saat keluar istana, menyambut tamu atau mengantar tamu.

Adapun penari tari galangi terdiri dari 11 kelompok,masing-masing kelompok terdiri dari 7 orang dan memakai busana atau Pakaian Sala Kaitela (celana puntung). Sedangkan untuk properti penari memakai Gala (tombak),tamburu (genderang), tombi male'i (bendera merah) dan tombi makuni (bendera kuning).

Tari galangi menceritakan bahwa Di zaman dahulu kelompok tersebut bertugas dalam mempertahankan kesultanan atau kerajaan jika ada serangan dari luar. Tari galangi adalah tari tradisional Kesultanan Buton yang merupakan tari perang dalam mengawal Sultan Buton, Sapati (Perdana Menteri) dan Kapitalao (Panglima Perang) dalam menjalankan tugas-tugasnya.Saat ini tari galangi menjadi atraksi wisata budaya dalam berbagai even kegiatan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....