Gantana Fitara: Tradisi Turun-Temurun Masyarakat Buton di Akhir Ramadan
- 15 Mar 2026 17:02 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau - Tradisi Gantana Fitara (sering disebut juga Gantana Fitra) merupakan tradisi khas di Buton, Sulawesi Tenggara, dalam menggenapkan takaran zakat fitrah menggunakan beras atau makanan pokok setempat. Tradisi ini dilakukan dengan mengukur secara presisi beras yang dikeluarkan setiap jiwa sesuai dengan ketentuan syariat, dan biasanya dilakukan oleh kepala keluarga untuk dirinya sendiri maupun anggota keluarganya.
Karakteristik Tradisi Gantana Fitara:
Menggunakan Alat Takar Tradisional: Istilah Ganta atau Gantana merujuk pada takaran atau gantang yang digunakan untuk mengukur zakat fitrah.
Kepastian Syar'i: Tradisi ini menekankan pada ketepatan takaran agar zakat yang disalurkan memenuhi syarat sah, yaitu makanan pokok (beras) seberat 2,5 kg atau 3,5 liter per jiwa.
Waktu Pelaksanaan: Umumnya dilaksanakan menjelang hari raya Idulfitri.
Penyaluran: Zakat yang sudah ditakar kemudian diserahkan kepada pengelola zakat untuk disalurkan kepada mereka yang membutuhkan.
Tokoh masyarakat setempat menyebutkan bahwa tradisi ini telah berlangsung secara turun-temurun dan menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Buton. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan dapat terus menjaga dan melestarikan tradisi Gantana Fitara sebagai warisan budaya yang sarat dengan nilai religius dan sosial.
Dengan tetap mempertahankan tradisi Gantana Fitara, masyarakat Buton tidak hanya menjalankan kewajiban agama, tetapi juga memperkuat rasa persaudaraan serta kepedulian terhadap sesama di tengah kehidupan bermasyarakat. Tradisi ini mencerminkan ketaatan masyarakat Buton dalam menjalankan ibadah sekaligus merawat nilai-nilai budaya lokal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....