Bupati Buton Awali Safari Ramadan di Desa Suandala

  • 25 Feb 2026 03:12 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau - Pemerintah Kabupaten Buton memulai Safari Ramadan 1447 Hijriah dengan menekankan penguatan silaturahmi dan peningkatan kualitas keimanan sebagai fondasi pembangunan daerah.

Komitmen itu ditegaskan Bupati Buton, Alvin Akawijaya Putra, saat membuka rangkaian safari di Desa Suandala, Kecamatan Lasalimu, Minggu, 22 Februari 2026.

Kegiatan diawali dengan buka puasa bersama dan dilanjutkan salat Magrib serta Isya berjemaah di Masjid Baabus Sidiq. Bupati hadir didampingi Wakil Bupati Buton Syarifudin Saafa dan Sekda Buton La Ode Syamsuddin, bersama jajaran kepala OPD, perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Buton, anggota DPRD Dapil Lasalimu-Kapontori, camat, serta para kepala desa dan lurah.

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan Safari Ramadan bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan ruang konsolidasi sosial antara pemerintah dan masyarakat. Momentum Ramadan, kata dia, harus dimanfaatkan untuk mempererat hubungan, memperkuat kepedulian, serta meningkatkan kualitas ibadah.

“Safari ini kami lakukan sebagai upaya memperkuat tali silaturahmi dengan masyarakat. Melalui kesempatan ini, saya juga mengajak kita semua untuk memperbanyak ibadah,” ujar Bupati.

Bupati Buton, Alvin Akawijaya Putra Menyerahkan Alat Musik Tradisional Kepada Masyarakat Desa Suandala Saat Safari Ramadan, Minggu, 22 Februari 2026 (Foto: Daikominfo Buton)

Ia juga mengingatkan pentingnya ketulusan, baik dalam beribadah maupun dalam mengabdi kepada daerah. Menurutnya, pengabdian kepada masyarakat harus dilandasi niat yang bersih dan berorientasi pada kemajuan bersama, bukan kepentingan pribadi.

Hikmah Ramadan disampaikan Ustaz Syahrul yang mengajak jamaah menjadikan bulan suci sebagai momentum memperkuat keimanan dan meningkatkan kualitas amalan. Ia berharap seluruh umat Muslim dapat menjalankan puasa dan ibadah lainnya dengan baik dan khusyuk.

Safari Ramadan tersebut turut ditandai dengan penyerahan seperangkat alat musik tradisional berupa gong dan gendang kepada masyarakat adat dan kelompok kesenian Desa Suandala. Dukungan itu diharapkan memperkuat pelestarian budaya lokal yang sejalan dengan nilai-nilai religius dan kebersamaan di tengah masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....