BLK dan Sekolah Rakyat di Baubau Bakal Terintegrasi

  • 31 Jan 2026 13:37 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau - Pemerintah Kota Baubau menyebutkan Balai Latihan Kerja (BLK) belum diserahkan ke pemerintah daerah karena masih dalam tahap pembenahan oleh pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Terutama terkait kelengkapan sarana, prasarana, dan peralatan pendukung.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja Kota Baubau, Siti Amalia Abibu, saat menjelaskan perkembangan pengelolaan BLK di Kelurahan Palabusa yang saat ini masih belum juga difungsikan.

“Secara proposal dan administrasi sudah siap, namun penyerahan belum dilakukan karena masih ada pembenahan, seperti pembangunan showroom, pengisian peralatan, serta sarana penunjang lainnya,” jelas Siti Amalia Abibu, pada Jumat, 30 Januari 2026.

Ia menambahkan, Pemkot Baubau justru memanfaatkan tahapan pembenahan tersebut untuk merancang integrasi BLK dengan program Sekolah Rakyat yang berada dalam satu kawasan. Kedepannya kedua program tersebut dapat saling bersinergi.

“Setelah urusan Sekolah Rakyat selesai, kita lanjutkan dengan BLK supaya sinkron. Konsepnya satu kawasan, sehingga ada kesinambungan pendidikan dan pelatihan,” ujarnya.

Menurutnya, pola ini memungkinkan lulusan SMA/SMK atau lulusan Sekolah Rakyat untuk langsung melanjutkan ke pelatihan keterampilan di BLK tanpa terputus, sehingga membuka jalur keberlanjutan dari pendidikan menuju dunia kerja dan usaha.

Tidak hanya menyasar peserta didik, sinergi program ini juga menyentuh keluarga. Orang tua siswa direncanakan mendapatkan dukungan melalui bantuan modal usaha yang terintegrasi dengan program Dinas Sosial dan telah diusulkan ke kementerian terkait.

“Semua program kita sinkronkan, mulai dari pendidikan, pelatihan kerja, sampai pemberdayaan ekonomi keluarga. Tujuannya agar dampaknya berkelanjutan,” tegasnya.

Pemkot Baubau berharap koordinasi dengan pemerintah provinsi dapat segera rampung sehingga pengelolaan BLK dan integrasinya dengan Sekolah Rakyat dapat direalisasikan secara optimal dalam satu kawasan pembangunan sumber daya manusia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....