Strategi Jitu Pemkot Baubau: Mudik Nataru Kini Murah
- 24 Des 2025 18:04 WIB
- Baubau
KBRN, Baubau: Era tiket pesawat mahal di Baubau tampaknya mulai menjadi cerita lama. Kehadiran Super Air Jet (SAJ) di Bandara Betoambari benar-benar menjadi pengubah keadaan bagi warga yang ingin pulang kampung pada momentum Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Bukan sekadar jargon, harga tiket yang biasanya mencekik di angka Rp1,5 juta hingga Rp1,7 juta, kini rontok menjadi Rp700 ribuan. Bahkan, berkat diskon 20 persen di masa Nataru, perjalanan rute Baubau-Makassar bisa ditebus hanya dengan Rp600 ribuan.
Dampak harga "miring" ini langsung terlihat pada data di lapangan. Sejak posko Nataru dibuka pada 18 hingga 24 Desember 2025, sebanyak 1.237 penumpang tercatat berangkat dan 1.260 penumpang tiba di Bandara Betoambari Baubau.
Kebijakan ini terbukti efektif menekan pengeluaran warga di tengah tingginya permintaan tiket akhir tahun. "Sekarang jauh lebih terjangkau, apalagi ada diskon. Makanya saya memilih naik pesawat,"ujar Robin, salah satu penumpang yang ditemui di Bandara Betoambari, Rabu (24/12/2025).
Kemudahan ini merupakan buah manis dari langkah strategis Pemerintah Kota Baubau di bawah kepemimpinan Wali Kota, Yusran Fahim dan Wakil Wali Kota, Wa Ode Hamsinah Bolu. Pasangan Kepala Daerah dengan tagline “Kerja Bersama” ini, berhasil menghadirkan SAJ sebagai opsi transportasi dengan biaya rendah.

Acara persemian penerbangan reguler Maskapai Super Air Jet rute Makassar-Baubau pulang pergi, pada 7 April 2025 lalu di Bandara Betoambari (Foto. RRI)
Wali Kota Baubau, Yusran Fahim, menegaskan bahwa kemudahan mobilitas adalah prioritas demi menggerakkan ekonomi daerah. "Kami ingin transportasi udara tidak lagi menjadi beban bagi masyarakat, tapi kemudahan,"tegas Yusran Fahim di dampingi Wa Ode Hamsinah Bolu saat ditemui di rujab Wali Kota Baubau, Rabu (24/12/2025).
Meski harga tiket terjun bebas, Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Betombari Baubau, Anas La Bakara, menjamin tidak ada toleransi untuk urusan keselamatan. "Kami siapkan semuanya, mulai dari kesiapan SDM, peralatan, hingga kondisi landasan sesuai SOP. Poin utamanya adalah safety, baru kemudian kenyamanan,"katanya.
Kedepan kata Anas, sesuai arahan Wali Kota, Yusran Fahim, sebagai wujud kerja bersama dari sisi transportasi udara, pihaknya berencana akan meningkatkan pelayanan dengan menghadirkan pesawat Boeing yang memiliki kapasitas hingga 230 kursi, jauh lebih besar dari armada saat ini, baru sebatas 180 kursi. Ini juga demi mewujudkan Baubau sebagai kota transit yang modern.

Pesawat Airbus 320 milik maskapai SAJ di Bandara Betoambari Baubau (Foto.RRI)
Sementara itu, Koordinator Teknik, Operasi, Keamanan dan Pelayanan Darurat UPBU Betoambari Baubau, Fadli mengungkapkan, okupansi pesawat saat ini konsisten di atas 95 persen. Lonjakan ini jauh melampaui catatan tahun-tahun sebelumnya, menandakan tingginya kebutuhan akses udara yang terjangkau.
Fadli mengatakan, jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024, kenaikan jumlah penumpang tahun ini diprediksi meroket hingga di atas 50 persen. “Sebagai gambaran, jika tahun lalu berada di kisaran 5.000 penumpang, tahun 2025 ini kami prediksi melonjak tajam hingga menyentuh angka 11.000 orang per bulan,”tuturnya.
Tak hanya soal jumlah kata Fadli, ketepatan waktu (on-time performance) juga menjadi sorotan selama masa Nataru. Secara umum, jadwal keberangkatan dan kedatangan pesawat masih terpantau tepat waktu.
Puncak arus Nataru sendiri di Bandara Betoambari sudah mulai terasa dengan kondisi kursi pesawat yang ludes terjual untuk rute Makassar-Baubau maupun sebaliknya. "Antusiasme warga sangat tinggi. Kami berharap ke depan ada penambahan jadwal penerbangan, minimal dua kali sehari (pagi dan sore) untuk rute Makassar-Baubau,"harap Fadli.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....