ASDP: Manfaat Dibukanya Lintasan Ferry Torobulu-Tondasi
- 01 Apr 2025 16:36 WIB
- Baubau
KBRN, Baubau: Pada hari Jumat (28/3/2025) lintasan ferry Torobulu-Tondasi resmi diluncurkan, membawa angin segar bagi masyarakat setempat dan pengguna jasa transportasi laut.
Menurut General Manager ASDP Cabang Baubau, Jamaluddin, kehadiran lintasan ini disambut dengan antusiasme yang sangat tinggi dari para pengguna jasa. Bahkan, pada saat peluncuran, kapal yang beroperasi rute Torobulu-Tondasi penuh dengan penumpang, menunjukkan betapa besar permintaan untuk jalur baru ini.
Salah satu alasan utama dibukanya lintasan ini bukan hanya untuk menambah volume pengguna jasa, melainkan untuk memberikan alternatif pilihan rute perjalanan yang lebih efisien. Lintasan Torobulu-Tondasi diharapkan dapat mengalihkan sebagian besar pengguna yang sebelumnya menggunakan jalur Torobulu-Tampo.
"Ini akan memberikan pilihan bagi masyarakat, terutama yang memiliki tujuan ke Muna Barat, untuk memilih jalur yang lebih singkat dan cepat," ujarnya saat dikonfirmasi RRI, Selasa (1/4/2025).
Bagi warga Muna Barat, lintasan Torobulu-Tondasi menawarkan keunggulan utama berupa efisiensi waktu. Dengan memilih jalur ini, mereka tidak perlu lagi menempuh perjalanan darat jauh ke Tampo, yang tentu saja memakan waktu lebih lama.
Selain itu, efisiensi waktu ini juga berdampak pada pengurangan biaya transportasi, karena perjalanan menjadi lebih pendek dan langsung.
Dengan adanya lintasan ferry Torobulu-Tondasi, konektivitas antara Torobulu dan Tondasi semakin terjalin dengan baik. Masyarakat dari kedua wilayah dapat lebih mudah beraktivitas, melakukan perdagangan, atau berkunjung ke keluarga, tanpa terhambat oleh jarak yang jauh.
Hal ini tentunya akan berdampak positif bagi perekonomian lokal, karena akan lebih banyak orang yang dapat mengakses kedua wilayah dengan lebih mudah.
Meskipun saat ini lintasan ferry Torobulu-Tondasi disubsidi oleh Pemerintah Daerah Muna Barat, tidak menutup kemungkinan bahwa dalam waktu dekat, jalur ini akan menjadi lintasan komersil.
"Untuk sementara lintasan tersebut disubsidi oleh Pemda Muna Barat, tetapi tidak menutup kemungkinan kedepan apabila minimal sudah BFE sudah dapat dihentikan subsidinya. Kalau menurut saya ini tidak akan lama untuk bisa dijadikan lintasan komersil," imbuhnya.
Armada yang digunakan saat ini, KPM Pulau Rubia, telah membuktikan kemampuannya dalam mengangkut penumpang dengan kapasitas penuh.
"Jadi pada saat kapal melayani Torobulu-Tondasi akan terjadi stag di Torobulu-Tampo, tidak. Karena pengguna jasa itu yang kita alihkan atau kita potong jalur perjalanan daratnya. Dari Muna Barat tidak perlu lagi ke Tampo," pungkasnya.
Diketahui pelayaran perdana KMP Rubiah lintasan Tondasi-Torobulu diresmikan secara langsung oleh Bupati Muna Barat, La Ode Darwin yang turut dihadiri GM ASDP Cabang Baubau, Jamaluddin, Kadis Perhubungan Provinsi Sulawesi Tenggara, M Rajulan dan Stakeholder tekait.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....