Waspada Gejala Hipokalemia, ini Penjelasannya!

  • 30 Sep 2025 11:54 WIB
  •  Baubau

KBRN, Baubau: Hipokalemia adalah kondisi ketika tubuh kekurangan kalium atau potasium. Kondisi ini dapat dialami siapa saja, terutama penderita diare atau muntah-muntah. Penanganan hipokalemia perlu segera dilakukan guna mencegah komplikasi serius, seperti gangguan jantung. Kalium adalah mineral dalam tubuh yang mengendalikan fungsi sel saraf dan otot, terutama otot jantung. Kalium juga berperan dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh dan mengatur tekanan darah. Ketika kadar kalium dalam tubuh berkurang, berbagai gejala akan muncul, tergantung kepada jumlah kalium yang hilang.

Dilansir dari halodoc, selasa (30/9/2025) gejala hipokalemia bervariasi tergantung pada tingkat keparahan dan kecepatan penurunan kadar kalium dalam darah. Beberapa orang mungkin tidak mengalami gejala sama sekali, terutama pada kasus yang ringan. Namun, pada kasus yang lebih parah, gejala berikut dapat muncul diantaranya :

1. Kelemahan otot : Ini adalah salah satu gejala hipokalemia yang paling umum. Kelemahan otot dapat mempengaruhi berbagai bagian tubuh dan membuat aktivitas sehari-hari menjadi sulit.

2. Kram otot : Kekurangan kalium dapat menyebabkan otot menjadi tegang dan kram, terutama pada kaki.

3. Kelelahan : Hipokalemia dapat menyebabkan perasaan lelah dan lesu yang berkepanjangan.

4. Konstipasi : Kalium berperan dalam fungsi otot-otot di saluran pencernaan. Kekurangan kalium dapat menyebabkan pergerakan usus melambat dan menyebabkan konstipasi.

5. Gangguan irama jantung (aritmia) : Kalium sangat penting untuk menjaga fungsi listrik jantung yang normal. Hipokalemia dapat menyebabkan irama jantung menjadi tidak teratur, yang dapat berbahaya.

6. Kesemutan atau mati rasa : Pada kasus yang parah, hipokalemia dapat menyebabkan sensasi kesemutan atau mati rasa pada anggota tubuh.

7. Paralisis : Dalam kasus yang sangat jarang dan parah, hipokalemia dapat menyebabkan kelumpuhan otot.

Jika mengalami gejala-gejala di atas, terutama jika memiliki faktor risiko hipokalemia, segera konsultasikan dengan dokter untuk diagnosis dan penanganan yang tepat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....