Makanan Tertua Indonesia, Sudah Pernah Coba?

  • 23 Apr 2026 08:59 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Bauabu - Indonesia memiliki kekayaan kuliner yang tak hanya lezat, tetapi juga sarat sejarah panjang. Beberapa makanan bahkan telah ada sejak ratusan tahun lalu dan tetap bertahan hingga kini. Keberadaan kuliner ini menjadi bukti kuat warisan budaya yang terus hidup di tengah masyarakat.

Melansir dari Kementrian Pariwisata Republik Indonesia pada Kamis 23 April 2026, beberapa makanan khas Nusantara bahkan sudah ada sejak lebih dari seribu tahun lalu dan tercatat dalam berbagai prasasti kuno. Mau tahu makanan apa saja yang termasuk paling tua di Indonesia? Berikut ulasannya.

  1. Urap

Urap merupakan hidangan berupa sayuran rebus yang dicampur dengan parutan kelapa berbumbu. Sayuran yang biasa digunakan antara lain kangkung, bayam, kacang panjang, tauge, daun singkong, dan kol. Bumbunya terdiri dari bawang merah, bawang putih, kencur, terasi, dan cabai yang dihaluskan lalu dicampur dengan kelapa parut. Hidangan ini sudah dikenal sejak masa Kerajaan Medang dan tercatat dalam Prasasti Linggasutan tahun 929 Masehi.

  1. Dendeng

Dendeng dikenal luas sebagai makanan khas Minang, meski di Jawa pun terdapat variasinya. Terbuat dari irisan tipis daging sapi yang diawetkan dengan cara dikeringkan dan diberi bumbu, dendeng memiliki tekstur renyah sekaligus tahan lama. Jejak keberadaannya sudah ada sejak abad ke-10 M, bahkan tertulis dalam Prasasti Taji tahun 901 Masehi.

  1. Dodol

Dodol adalah makanan manis bertekstur kenyal yang populer dari Garut, Jawa Barat, meski banyak daerah lain juga memiliki versi masing-masing. Kuliner ini termasuk salah satu yang tertua karena sudah disebut dalam saduran Ramayana versi Jawa, salah satu karya sastra India yang pertama kali diadaptasi oleh masyarakat Jawa.

  1. Lalapan

Lalapan biasanya hadir sebagai pelengkap makanan berupa sayuran segar seperti kemangi, selada, timun, tomat, atau terong. Ternyata, lalapan juga tergolong makanan kuno. Catatan keberadaannya muncul dalam Prasasti Jeru-jeru tahun 930 Masehi pada masa Kerajaan Medang. Hingga kini, lalapan tetap menjadi bagian penting dari kebiasaan makan masyarakat Indonesia, biasanya disajikan bersama nasi, lauk, sambal, dan kerupuk.

  1. Nasi Jemblung

Nasi jemblung mungkin terdengar asing, tetapi hidangan ini memiliki sejarah panjang. Dalam bahasa Jawa, jemblung berarti melingkar dengan lubang di tengah. Lubang itu biasanya diisi lauk berupa telur rebus, semur daging, sambal terasi, lalapan tomat, serta kerupuk rambak. Konon, makanan ini hanya disantap kalangan bangsawan, bahkan menjadi favorit Raja Pakubuwono X dari Keraton Surakarta.

  1. Papeda

Papeda adalah makanan khas Papua, khususnya dari Suku Dani, yang sudah berusia ratusan tahun. Terbuat dari tepung sagu murni yang dicampur air mendidih, papeda memiliki tekstur lengket dan kenyal menyerupai lem. Biasanya papeda disajikan bersama kuah ikan kuning. Cara menyantapnya pun unik, adonan diputar dengan sumpit hingga menggulung, lalu dituangkan ke piring sebelum disiram kuah.

  1. Jadah dan Wajik

Dua makanan tradisional Jawa ini sudah dikenal sejak zaman Majapahit dan disebut dalam Kitab Nawa Ruci. Jadah dibuat dari ketan dan kelapa parut sehingga rasanya gurih, sedangkan wajik berbahan dasar beras ketan dan gula merah yang menghasilkan rasa manis legit.

  1. Pecel

Pecel, hidangan berupa sayuran rebus yang disiram sambal kacang, ternyata sudah dikenal sejak abad ke-9. Catatannya ditemukan dalam Kakawin Ramayana. Popularitasnya begitu besar, sehingga memunculkan berbagai varian, seperti pecel Madiun, pecel Ponorogo, pecel bledek, pecel tumpang, hingga pecel bunga turi.

Keberagaman makanan ini menunjukkan bahwa kuliner Indonesia tidak hanya soal rasa, tetapi juga sejarah dan identitas budaya. Resep yang diwariskan turun-temurun membuat makanan-makanan ini tetap eksis hingga sekarang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....