Parende, Sop Ikan Khas Buton yang Tetap Eksis

  • 30 Des 2024 02:55 WIB
  •  Baubau

KBRN,Baubau: Buton, Sulawesi Tenggara, menyimpan berbagai kuliner tradisional yang tak hanya menggugah selera, tetapi juga memiliki nilai sejarah yang mendalam. Salah satunya adalah Parende, sebuah hidangan sop ikan kuah kuning yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya kuliner masyarakat setempat.

Parende, yang dalam bahasa Buton berarti "mendidih," memadukan cita rasa asam, pedas, dan gurih dalam satu sajian yang menggoda.

Hidangan ini terbuat dari bahan dasar ikan atau hasil laut lainnya, dengan ikan kakap merah yang dulunya menjadi pilihan utama. Dikenal sebagai ikan dengan harga mahal dan langka di masa lalu, kini ikan kakap sudah lebih mudah ditemukan di pasar tradisional.

Proses pembuatan Parende terbilang sederhana, namun kaya akan rasa. Ikan kakap ukuran sedang dipotong menjadi beberapa bagian, kemudian ditumis bersama bawang merah, bawang putih, kunyit, dan serai.

Setelah itu, air dan belimbing atau asam dimasukkan, lalu dibiarkan mendidih hingga menyatu. Ikan pun ditambahkan bersama garam secukupnya, dan setelah meresap, kemangi, cabe kecil, serta tomat pun dimasukkan. Setelah mendidih, Parende pun siap disajikan, dengan rasa asam dan gurih yang nikmat, apalagi ketika disantap dalam keadaan panas.

Meski berasal dari masa lalu, Parende tetap eksis hingga kini. Hidangan ini tidak hanya mudah ditemukan di warung-warung sederhana, tetapi juga menjadi menu unggulan di restoran-restoran mewah yang ada di Kepulauan Buton. Keunikan rasa asam, pedas, dan gurih menjadi daya tarik utama bagi para pecinta kuliner yang ingin merasakan sensasi berbeda.

Tak hanya sekadar hidangan, Parende juga menjadi simbol kekayaan kuliner tradisional Buton yang tetap bertahan meski zaman terus berkembang. Cita rasa autentiknya tetap dihargai, menjadikannya pilihan tepat bagi siapa saja yang ingin menikmati sajian khas daerah ini.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....