Durasi Yang Disarankan Jika Anak Bermain Gadget

  • 29 Mei 2024 15:43 WIB
  •  Baubau

KBRN, Baubau: Tak hanya menonton program televisi, orang tua juga harus membatasi anak main gadget. Hal ini penting agar anak tidak mengalami kecanduan yang berdampak buruk bagi tumbuh kembangnya.

Penggunaan gadget memang dapat memberi banyak manfaat dalam hal kemudahan mengakses beragam informasi atau pelayanan. Namun, dibalik manfaat tersebut ada juga risiko buruk yang harus diwaspadai, terutama pada anak. Karena itu, waktu anak main gadget perlu dibatasi.

Dilansir dari Alodokter, Para ahli menyarankan waktu maksimal anak mengakses gadget atau screen time adalah 1–2 jam per hari. Berikut ini adalah durasi anak main gadget yang disarankan berdasarkan usianya:

·Anak usia di bawah 2 tahun disarankan sama sekali tidak diberi akses pada gadget. Jika benar-benar diperlukan, anak usia di atas 1,5 tahun dapat mengakses gadget dengan didampingi orang tua dan tidak lebih dari 1 jam per hari.

·Anak usia 2–5 tahun disarankan mengakses gadget hanya 1 jam per hari, itu pun sebaiknya program yang berkualitas.

·Anak usia 6 tahun ke atas boleh bermain gadget, tapi dengan waktu yang sudah disepakati bersama orang tua, misalnya hanya pada akhir pekan atau maksimal 2 jam per hari.

Hal yang perlu dipahami adalah durasi yang disarankan di atas juga berlaku pada penggunaan gadget seperti ponsel atau tablet saja, tapi juga termasuk waktu untuk menonton TV atau menggunakan komputer/laptop.

Batasan screen time sebetulnya bisa ditetapkan sesuai usia seseorang. Sebagai panduan, anak berusia kurang dari 2 tahun sebaiknya tidak diberikan screen time sama sekali. Lebih baik ajak mereka bermain secara langsung atau dengan mainan yang cocok sesuai usianya agar tumbuh kembangnya optimal.

Anak berusia 2–5 tahun boleh mendapatkan screen time 1 jam saja per hari. Sementara anak-anak berusia di atas 5 tahun, remaja, dan orang dewasa dianjurkan untuk membatasi screen time sebanyak maksimal 2 jam saja per harinya. Batasan waktu screen time ini adalah waktu penggunaan gadget untuk hiburan saja, ya, bukan untuk penggunaan gadget dalam kepentingan pekerjaan atau belajar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....