Dinkes Baubau Edukasi Pelajar Cegah HIV, Sifilis dan Hepatitis

  • 03 Okt 2026 06:57 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Baubau mengambil langkah preventif untuk meningkatkan kesadaran kesehatan reproduksi di kalangan remaja melalui sosialisasi Triple Elimination yang mencakup HIV, infeksi menular seksual (IMS) termasuk sifilis, serta hepatitis.

Kegiatan yang dilaksanakan melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) tersebut digelar di SMA Negeri 1 Kota Baubau dalam rangka menyemarakkan Hari Jadi Kota Baubau ke-485 sekaligus HUT Otonom ke-25 Tahun 2026.

Sosialisasi menyasar pelajar tingkat menengah atas sebagai bagian dari upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular sejak dini. Edukasi tersebut diharapkan dapat membantu memutus mata rantai penularan sebelum para remaja memasuki usia produktif, pernikahan, dan fase reproduksi.

Sebanyak 80 siswa bersama jajaran dewan guru dan Kepala SMAN 1 Baubau mengikuti kegiatan tersebut. Dinkes menghadirkan Kepala Bidang P2P Dinkes Kota Baubau, Yuslina, serta dokter dari Puskesmas Bataraguru, dr. WD Arsina Anwar, sebagai narasumber.

Materi yang diberikan mencakup informasi mengenai HIV, IMS/sifilis, dan hepatitis, kebijakan program Triple Elimination, serta gambaran situasi epidemiologi ketiga penyakit tersebut di Kota Baubau.

Para peserta juga diberikan pemahaman mengenai jalur penularan penyakit, termasuk penularan melalui hubungan seksual berisiko serta paparan darah dan cairan tubuh yang terkontaminasi.

Kepala Bidang P2P Dinkes Kota Baubau, Yuslina, mengatakan edukasi kesehatan di kalangan pelajar memiliki peran penting dalam membangun pemahaman dan perilaku hidup sehat sejak usia remaja.

Menurutnya, setidaknya terdapat empat aspek strategis yang menjadi perhatian dalam edukasi tersebut.

Pertama, meningkatkan literasi kesehatan reproduksi remaja dengan memberikan informasi medis yang valid sehingga siswa tidak mudah terpengaruh mitos maupun disinformasi mengenai penularan penyakit.

Kedua, membentuk perilaku hidup sehat dan bertanggung jawab. Edukasi diarahkan untuk meningkatkan pemahaman mengenai risiko perilaku seksual serta bahaya penggunaan jarum suntik yang terkontaminasi, termasuk pada penyalahgunaan narkoba melalui jarum suntik.

Ketiga, menciptakan lingkungan sekolah yang lebih inklusif dengan mengikis pandangan negatif terhadap orang dengan HIV (ODHIV) maupun mereka yang hidup dengan hepatitis B dan sifilis.

Menurut Yuslina, pemahaman yang tepat diharapkan dapat mendorong tumbuhnya empati dan mencegah terjadinya pengucilan atau diskriminasi terhadap orang yang terinfeksi.

Keempat, mendorong lahirnya pendidik sebaya (peer educator). Para siswa yang mendapatkan edukasi diharapkan dapat menjadi agen perubahan dengan menyebarluaskan informasi mengenai perlindungan diri kepada teman sebaya maupun lingkungan keluarga.

Menjelang akhir kegiatan, panitia menggelar kuis interaktif untuk menguji pemahaman peserta terhadap materi yang telah disampaikan.

Antusiasme siswa terlihat selama sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta aktif mengikuti kegiatan dan merespons berbagai materi yang diberikan oleh narasumber.

Yuslina menegaskan, edukasi mengenai HIV, sifilis, dan hepatitis perlu terus dilakukan untuk membangun kesadaran generasi muda mengenai pentingnya pencegahan sekaligus mengurangi stigma terhadap orang yang hidup dengan penyakit tersebut.

"Melalui semangat 'Stop Stigma dan Diskriminasi', Dinkes Kota Baubau berharap langkah edukasi terstruktur ini dapat melahirkan generasi muda Baubau yang sehat, cerdas, berkarakter, dan bebas dari ancaman penularan HIV, sifilis, serta hepatitis," imbuhnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....