Kemenkes Ingatkan Risiko Kelelahan Suara bagi Pekerja

  • 28 Sep 2026 18:59 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau - Menggunakan suara dalam waktu lama sebagai bagian dari pekerjaan dapat meningkatkan risiko kelelahan suara. Kondisi ini perlu diperhatikan terutama oleh pekerja yang menjadikan suara sebagai alat utama dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Melansir Kementerian Kesehatan melalui laman Ayo Sehat, Senin 28 September 2026, kelelahan suara atau vocal fatigue merupakan kondisi ketika suara terasa lelah, serak, berat, atau sulit dikeluarkan setelah digunakan dalam waktu lama. Jika terjadi berulang dan tidak ditangani dengan baik, kondisi tersebut dapat mengganggu komunikasi dan produktivitas.

Sejumlah profesi memiliki risiko lebih tinggi mengalami kelelahan suara, di antaranya guru, dosen, penyanyi, pembawa acara, penyiar radio dan televisi, petugas call center, customer service, tenaga kesehatan serta pekerja di lingkungan yang bising. Penggunaan suara terlalu lama, berbicara terlalu keras dan kurang memberikan waktu istirahat menjadi sejumlah faktor pemicunya.

Gejala yang dapat muncul antara lain suara menjadi serak atau berat, cepat habis, tenggorokan terasa kering dan tidak nyaman, hingga muncul rasa nyeri atau tegang pada leher dan tenggorokan setelah banyak berbicara. Kemenkes mengingatkan, suara serak atau perubahan suara yang tidak membaik setelah lebih dari dua minggu perlu diperiksakan kepada dokter.

Untuk mencegah kelelahan suara, Kemenkes menganjurkan memberikan waktu istirahat pada suara, mencukupi kebutuhan air putih, menghindari berteriak atau berbicara terlalu keras, serta menggunakan mikrofon ketika harus berbicara di ruangan besar atau bising. Pekerja juga dianjurkan menghindari paparan asap rokok, debu dan polusi serta menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....