Kesehatan Mental Pekerja Perempuan Perlu Dijaga
- 22 Agt 2026 14:04 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau - Menyeimbangkan pekerjaan dan keluarga bukan perkara mudah bagi perempuan yang menjalani peran ganda. Tuntutan pekerjaan, tanggung jawab rumah tangga, hingga kebutuhan untuk merawat anggota keluarga dapat menjadi beban yang berpengaruh terhadap kesehatan mental.
Melansir Kementerian Kesehatan RI pada Sabtu 22 Agustus 2026, konflik antara pekerjaan dan keluarga terjadi ketika tuntutan dari salah satu peran membuat seseorang kesulitan menjalankan peran lainnya. Kondisi tersebut dapat muncul, misalnya ketika pekerja harus menyelesaikan tugas kantor sambil memikirkan kebutuhan keluarga atau harus meninggalkan pekerjaan karena ada anggota keluarga yang membutuhkan perhatian.
Pekerja perempuan memiliki peran penting dalam mendukung ekonomi keluarga sekaligus menjaga kesehatan keluarga. Karena itu, kesehatan pekerja perempuan perlu mendapat perhatian, termasuk dari sisi kesehatan mental. Kemenkes menegaskan pekerja perempuan juga membutuhkan perlindungan kesehatan khusus karena menghadapi berbagai kondisi dan kebutuhan kesehatan sepanjang kehidupannya.
Untuk menjaga kesehatan mental, Kemenkes menganjurkan pekerja menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Waktu bersama keluarga, olahraga, menjalankan hobi, serta melakukan aktivitas yang disukai dapat membantu mengurangi stres akibat lingkungan kerja. Pekerja juga dianjurkan mengelola stres dan tidak terus-menerus membawa persoalan pekerjaan ke rumah.
Keseimbangan tersebut juga perlu dibangun melalui kerja sama di dalam keluarga. Kemenkes menyarankan perempuan yang bekerja untuk mengatur waktu dengan bijak, berbagi tugas dengan anggota keluarga, menerapkan pola hidup sehat, mencukupi kebutuhan tidur, serta mengurangi rasa bersalah ketika harus meninggalkan keluarga untuk bekerja.
Selain upaya dari individu, lingkungan kerja juga memiliki peran penting. Kemenkes menekankan perlunya perusahaan menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan positif serta memberikan perhatian terhadap kesehatan jiwa pekerja. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu pekerja tetap produktif tanpa mengabaikan kesehatan mental dan kehidupan keluarganya.
Dengan demikian, menjaga kesehatan mental pekerja perempuan bukan hanya menjadi tanggung jawab individu. Dukungan keluarga, lingkungan kerja, dan akses terhadap layanan kesehatan mental diperlukan agar perempuan dapat menjalankan peran profesional dan keluarga secara lebih seimbang, sehat, dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....