Hingga Juni 2026, Kasus Baru HIV/AIDS di Baubau Capai 28 Orang
- 03 Agt 2026 19:36 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau – Dinas Kesehatan Kota Baubau mencatat sebanyak 28 kasus baru HIV/AIDS ditemukan sepanjang Januari hingga Juni 2026. Pemerintah daerah mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit menular tersebut, mengingat kasus yang terdata diperkirakan belum menggambarkan jumlah sebenarnya di lapangan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Baubau, dr. Fredrik Tangke Allo mengatakan, HIV merupakan penyakit menular yang perlu mendapat perhatian serius. Menurutnya, kasus HIV/AIDS memiliki karakter seperti fenomena gunung es, di mana jumlah yang terlihat hanya sebagian kecil dari kondisi sebenarnya.
“Kasus yang ditemukan saat ini bisa saja belum menunjukkan jumlah keseluruhan, karena masih ada kemungkinan penderita yang belum terdeteksi atau belum melakukan pemeriksaan,” ujarnya akhir Juli 2026.
| Baca juga: Alergi Bisa Muncul Tiba-Tiba saat Dewasa |
Untuk menekan penyebaran virus sekaligus membantu penderita menjalani kehidupan yang lebih baik, Dinas Kesehatan Kota Baubau menyediakan layanan pengobatan berupa terapi antiretroviral (ARV). Terapi tersebut bertujuan menekan perkembangan virus dalam tubuh serta meningkatkan kualitas hidup pasien.
Selain layanan pengobatan, Dinas Kesehatan juga terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, terutama kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi terpapar HIV. Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar melakukan pencegahan dan pemeriksaan kesehatan secara dini.
Sementara itu, sepanjang 2025, temuan kasus baru HIV/AIDS di Kota Baubau tercatat sebanyak 77 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 49 penderita berdomisili di Baubau, sedangkan 28 lainnya berasal dari luar daerah.
| Baca juga: Temuan HIV di Baubau 2025 Capai 77 Kasus |
Angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 127 kasus. Namun, Dinas Kesehatan menilai penurunan angka kasus bukan menjadi satu-satunya indikator keberhasilan, melainkan menjadi momentum untuk memperkuat deteksi dini dan meningkatkan kesadaran masyarakat melakukan skrining kesehatan.
Seluruh kasus HIV/AIDS yang ditemukan berasal dari layanan fasilitas kesehatan, skrining aktif, serta kegiatan pelacakan terhadap kelompok berisiko. Kelompok tersebut di antaranya ibu hamil, pasien tuberkulosis (TB), pasien infeksi menular seksual (IMS), waria, pengguna narkotika, wanita pekerja seks, lelaki yang berhubungan seks dengan lelaki, serta warga binaan pemasyarakatan.
Fredrik mengungkapkan, salah satu tantangan dalam pengendalian HIV/AIDS adalah masih adanya pasien yang berhenti mengonsumsi obat maupun sulit dihubungi kembali. Kondisi tersebut dapat menghambat keberhasilan terapi dan meningkatkan risiko penyebaran virus.
Dinas Kesehatan Kota Baubau berkomitmen terus memperluas edukasi dan pendampingan bagi masyarakat. Berdasarkan data yang ada, mayoritas penderita HIV/AIDS di Baubau berada pada kelompok usia produktif dan didominasi oleh laki-laki.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....