Buton Utara Libatkan Orang Tua Asuh Cegah Stunting
- 26 Mei 2026 07:17 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Buton Utara - Pemerintah Kabupaten Buton Utara (Butur) memperkuat upaya penanganan stunting dengan menggalang keterlibatan berbagai elemen masyarakat melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Program ini diarahkan untuk memastikan balita berisiko stunting mendapatkan pendampingan gizi dan perhatian secara berkelanjutan.
Ajakan tersebut disampaikan Wakil Bupati Buton Utara, Rahman, saat membuka Sosialisasi Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) dan Penyusunan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) Kabupaten Buton Utara di Aula Bappeda Butur, Selasa, 19 Mei 2026.
Menurut Rahman, persoalan stunting tidak hanya berdampak pada kesehatan anak, tetapi juga berpengaruh terhadap daya saing generasi di masa depan. Karena itu, pemerintah daerah mendorong keterlibatan seluruh pihak untuk bersama-sama mengambil peran.
“Kita tidak boleh membiarkan anak-anak Buton Utara tumbuh dengan keterbatasan daya saing akibat kekurangan gizi kronis. Oleh karena itu, melalui Genting, pemerintah daerah ingin memastikan tidak ada satu pun balita berisiko stunting di daerah kita yang berjuang sendirian,” ujar Rahman.
Rahman mengajak pejabat daerah, pelaku usaha, dan pihak swasta menjadi orang tua asuh bagi anak-anak berisiko stunting. Kontribusi tersebut dapat dilakukan melalui penyediaan protein hewani maupun pendampingan gizi kepada keluarga sasaran.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam program Genting merupakan investasi kemanusiaan sekaligus bentuk kepedulian terhadap masa depan daerah.
Selain penguatan intervensi jangka pendek melalui Genting, Pemkab Buton Utara juga mulai menyusun Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) sebagai langkah strategis pembangunan keluarga dan kesehatan masyarakat.
Rahman menekankan penyusunan PJPK harus berbasis data lapangan agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar menyentuh persoalan di desa dan kelurahan. Dengan demikian, program yang dijalankan dapat mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat serta mewujudkan keluarga berkualitas.
Rahman juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor tanpa ego sektoral. Menurutnya, penanganan stunting bukan hanya tanggung jawab DPPKB maupun Dinas Kesehatan, melainkan tugas bersama seluruh elemen pemerintah dan masyarakat.
Wakil Bupati juga meminta data anak stunting dan keluarga berisiko di Buton Utara disusun secara akurat berbasis by name by address agar intervensi orang tua asuh tepat sasaran.
“Program Genting harus berkelanjutan, tidak hanya menjadi seremoni, tetapi menjadi budaya gotong royong di Buton Utara,” katanya.
Pada kesempatan itu, Wakil Bupati Butur bersama Ketua Tim DaldukJakstra Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Sultra, Mustakim, Wakil Ketua DPRD Butur Fatriah, serta Ketua TP PKK, Suhaemi Sudia Afirudin menyerahkan secara simbolis media edukasi gizi, pola asuh, dan sanitasi kepada pemerintah kecamatan, desa, dan kelurahan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....