RSJPD Oputa Yi Koo Hadirkan Layanan Jantung tanpa Rujukan Luar Daerah

  • 15 Mei 2026 15:34 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Kendari - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali memperkuat layanan kesehatan spesialistik dengan menghadirkan tindakan jantung tanpa rujukan keluar daerah. Hal ini ditandai pelaksanaan perdana Intervensi Non Bedah (INB) di RSJPD Oputa Yi Koo Kendari, pada Jumat, 15 Mei 2026.

Langkah ini menjadi tonggak penting dalam peningkatan layanan kesehatan jantung di daerah, sekaligus memperpendek rantai rujukan yang selama ini banyak bergantung pada rumah sakit di luar wilayah seperti Makassar dan Jakarta.

Plh. Sekretaris Daerah Sultra, Muhammad Fadlansyah, menegaskan penguatan layanan jantung merupakan bagian dari komitmen pemerintah menghadirkan pelayanan kesehatan yang merata dan berkualitas.

“Harapannya masyarakat bisa mendapatkan pelayanan cepat, tepat, dan berkualitas tanpa harus dirujuk ke luar daerah,” ujarnya.

Program ini dijalankan melalui kolaborasi antara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, RSJPD Harapan Kita Jakarta, RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, serta rumah sakit daerah di kabupaten/kota se-Sultra.

Direktur RSJPD Oputa Yi Koo Kendari, Agus Purnomo Hidayat, mengungkapkan layanan INB telah dilakukan terhadap tujuh pasien dari berbagai daerah, seperti Bombana, Kolaka Timur, Konawe, hingga Kota Kendari. Tingginya jumlah pasien menunjukkan kebutuhan layanan jantung di daerah masih besar dan perlu terus diperkuat.

Selain tindakan medis, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan kerja sama jejaring pengampuan layanan jantung dan pembuluh darah yang melibatkan 17 rumah sakit daerah di Sultra.

Kerja sama tersebut diharapkan mampu memperkuat sistem rujukan, mempercepat penanganan pasien, serta memperluas akses layanan spesialistik hingga ke wilayah yang lebih jauh.

Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, Affan Priyambodo Permana, menyatakan dukungan penuh dalam transfer pengetahuan dan teknologi guna meningkatkan kualitas layanan serta keselamatan pasien di daerah.

Senada, Direktur Layanan Operasional RSJPD Harapan Kita Jakarta, Haruddin, menilai kehadiran layanan ini sebagai kemajuan penting, karena masyarakat kini tidak lagi harus keluar daerah untuk mendapatkan layanan jantung tertentu.

Sementara itu, Direktur Pelayanan Klinis Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Budhi Suryadharma, menjelaskan bahwa program pengampuan rumah sakit merupakan bagian dari transformasi kesehatan nasional, khususnya dalam penguatan layanan prioritas seperti penyakit jantung dan pembuluh darah.

Dengan terbangunnya jejaring layanan ini, pemerintah menargetkan sistem rujukan yang lebih terintegrasi dan responsif, sehingga penanganan pasien jantung di Sultra dapat dilakukan lebih cepat sekaligus menekan kebutuhan rujukan ke luar daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....