Dirjen Kemenkes Apresiasi Bupati Buteng Soal Insentif Dokter

  • 08 Mei 2026 15:30 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Buton Tengah - Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan (Dirjen Keslan) Kementerian Kesehatan RI, Azhar Jaya didampingi langsung Bupati Buton Tengah, Azhari, melakukan peninjauan kesiapan pengoperasian Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Buton Tengah, Jumat, 8 Mei 2026.

Dalam pernyataannya di lokasi, Azhar Jaya menegaskan, RSUD Buton Tengah merupakan salah satu rumah sakit yang mendapatkan dukungan melalui Program Rumah Sakit Peningkatan Mutu dan Pelayanan Kesehatan Terpadu (PHTC) dari Presiden Prabowo Subianto. Ia pun memberikan apresiasi tinggi terhadap kebijakan yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Buton Tengah.

"Saya hari ini berada di RSUD Buton Tengah, salah satu RSUD penerima program PHTC dari Presiden Prabowo. Di samping saya ada Bupati Azhari, beliau adalah salah satu bupati yang tidak memotong insentif dokternya,"tegas Azhar.

Ia menjelaskan, sesuai kebijakan pemerintah pusat, dokter spesialis yang bertugas di daerah perbatasan, terpencil, dan kepulauan mendapatkan insentif sebesar Rp30 juta per bulan. Di Buton Tengah, nilai tersebut tidak dikurangi, melainkan ditambah oleh pemerintah daerah menjadi dua kali lipat.

"Pusat berikan Rp30 juta, Bupati tambah lagi Rp30 juta, total menjadi Rp60 juta. Belum ditambah jasa medis dan tunjangan lainnya. Angka sebesar ini tentu sangat menarik minat dokter spesialis untuk bergabung dan bertugas di sini,"lanjutnya.

Azhar Jaya secara khusus menyarankan agar para kepala daerah di seluruh Indonesia meneladani langkah Bupati Azhari. Sinergi antara kebijakan pusat dan daerah dinilai kunci utama agar tenaga kesehatan betah dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

"Kepada seluruh bupati se-Indonesia, mohon mencontoh Pak Azhari. Di tengah segala keterbatasan, beliau tetap tidak mengurangi hak insentif dokter. Program pusat dan daerah harus bersinergi. Ini harus dijadikan contoh, agar dokter di sini betah dan melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya,"pesannya di akhir pernyataan.

Sementara itu, Bupati Buton Tengah, Azhari, menyampaikan, kesehatan adalah kebutuhan paling mendasar dan menjadi prioritas utama pemerintahannya, disusul kemudian oleh pendidikan dan pembangunan infrastruktur. Ia mengaku sangat bersyukur atas kehadiran program-program strategis pemerintah pusat di daerahnya.

"Kesehatan adalah kebutuhan prioritas. Kami dorong anggaran untuk kesehatan, pendidikan, baru infrastruktur. Kami bersyukur sekali, berkat perhatian Presiden melalui Kemenkes, hadirlah RSUD PHTC ini. Kalau harus dibangun murni dengan anggaran Pemkab, kami tidak tahu berapa tahun lamanya baru bisa mewujudkan rumah sakit semegah ini,"ungkap Bupati Azhari.

Ia menambahkan, kehadiran beragam program unggulan Presiden Prabowo Subianto telah mendorong lonjakan pertumbuhan ekonomi daerah. Jika sebelumnya pertumbuhan ekonomi Buton Tengah hanya berada di kisaran 2,5 persen hingga maksimal 3,5 persen, dalam satu tahun terakhir angkanya melonjak tajam mencapai 5,56 persen.

Peningkatan ini didorong beroperasinya RSUD PHTC, berjalannya program Sekolah Rakyat, pembangunan Gudang Bulog (salah satu dari 122 yang dibangun nasional), Kampung Nelayan Merah Putih, Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga Kedai Koperasi Desa Merah Putih.

"Belum lagi kami kini tengah meningkatkan kapasitas kampus maritim, menyesuaikan potensi sumber daya alam kami di kawasan timur Indonesia. Insya Allah, dengan rangkaian program ini, pertumbuhan ekonomi Buton Tengah akan terus melesat lebih tinggi lagi ke depannya,"pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....