Dinkes Baubau-Poltekkes Kendari Kembangkan REMILA Cegah Stunting
- 30 Apr 2026 17:52 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau – Dinas Kesehatan Kota Baubau bekerja sama dengan Poltekkes Kemenkes Kendari menggelar sosialisasi dan Focus Group Discussion (FGD) terkait penelitian penggunaan aplikasi Remaja Milenial Sehat (REMILA) di Puskesmas Katobengke, Baubau, Kamis, 30 April 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dalam meningkatkan kualitas kesehatan remaja, khususnya dalam pencegahan stunting di Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara.
Penelitian tersebut dipimpin oleh Rasmaniar, bersama tim dari Poltekkes Kemenkes Kendari. Kegiatan ini diikuti oleh pengelola program kesehatan remaja dan gizi tingkat kota, pengelola program di puskesmas se-Kota Baubau, serta tim peneliti dan perwakilan Puskesmas Katobengke selaku tuan rumah.
Dalam kegiatan tersebut, tim peneliti memaparkan konsep aplikasi REMILA sebagai media digital yang mendukung surveilans kesehatan remaja.
“Aplikasi ini diharapkan mampu membantu pencatatan dan pemantauan kondisi kesehatan remaja secara lebih efektif dan terintegrasi,”jelasnya.
Dalam pemaparannya, dijelaskan masa remaja merupakan fase krusial dalam pencegahan stunting. Faktor seperti status gizi, kesehatan reproduksi, perilaku hidup bersih dan sehat, hingga anemia pada remaja sangat berpengaruh terhadap kualitas generasi mendatang.
Usai sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan FGD yang membahas berbagai isu strategis, mulai dari kondisi kesehatan remaja di Kota Baubau, tantangan pelaksanaan surveilans di lapangan, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam sistem pelaporan kesehatan.
Peserta FGD juga aktif memberikan masukan, terutama terkait kemudahan penggunaan aplikasi, kebutuhan pelatihan bagi operator, integrasi data dengan program yang sudah berjalan, serta pentingnya edukasi kesehatan bagi remaja di sekolah dan masyarakat.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Baubau melalui Kabid Kesehatan Masyarakat Djainudin Ishak mengatakan, sesi FGD menjadi momen krusial untuk mendengarkan tantangan nyata di lapangan. Ia menyebutkan, para peserta mendiskusikan berbagai aspek, mulai dari kondisi kesehatan remaja saat ini di Baubau hingga kendala teknis dalam pelaporan data.
“Hasil penelitian ini nantinya diproyeksikan menjadi model inovasi strategis yang tidak hanya bermanfaat bagi Kota Baubau, tetapi juga bagi Provinsi Sulawesi Tenggara secara luas,” jelasnya.
Ia menambahkan, dari kegiatan ini, tercapai sejumlah hasil penting, di antaranya meningkatnya pemahaman peserta mengenai pentingnya surveilans kesehatan remaja dalam upaya pencegahan stunting, serta terjalinnya komitmen bersama antara Dinas Kesehatan Kota Baubau, puskesmas, dan Poltekkes Kemenkes Kendari dalam mendukung penelitian tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....