Baubau Dorong Paradigma Preventif

  • 23 Apr 2026 08:11 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau – Pemerintah Kota Baubau terus mempercepat terwujudnya kota sehat dengan mengedepankan pendekatan preventif dan berbasis lingkungan. Hal ini ditegaskan Sekretaris Daerah Kota Baubau, La Ode Darus Salam, saat memimpin rapat koordinasi percepatan Kota Sehat 2026 di Aula Bapperida, Rabu 22 April 2026.

Dalam arahannya, Sekda menekankan pencapaian predikat Swasti Saba bukanlah tujuan akhir, melainkan bagian dari proses berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Selama ini fokus kesehatan cenderung pada pengobatan dan fasilitas medis. Kini kita dorong pergeseran ke upaya pencegahan dan penciptaan lingkungan sehat,” ujarnya.

Menurutnya, konsep Kota Sehat harus diwujudkan melalui kondisi nyata di masyarakat, mulai dari udara yang bersih, ketersediaan pangan sehat, hingga pola hidup sehat yang menjadi budaya sehari-hari.

Ia menjelaskan, beberapa indikator utama Kota Sehat meliputi lingkungan hijau dengan kualitas udara yang terjaga, akses mudah terhadap pangan sehat, serta terciptanya ruang publik yang aman dan nyaman bagi warga.

Lebih lanjut, Sekda menegaskan bahwa upaya tersebut tidak bisa hanya dibebankan pada Dinas Kesehatan. Diperlukan sinergi lintas sektor yang kuat, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dukungan pihak swasta melalui program keberlanjutan, hingga keterlibatan aktif masyarakat sampai tingkat RT/RW.

Pada kesempatan itu, La Ode Darus Salam juga memberikan apresiasi kepada Forum Kota Sehat dan para kader Posyandu yang dinilai memiliki peran strategis sebagai ujung tombak di lapangan.

“Tujuan akhirnya adalah menjadikan Baubau bukan hanya tempat mencari nafkah, tetapi rumah yang nyaman dan sehat bagi generasi mendatang,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bapperida Kota Baubau, Mohamat Abduh, memaparkan peran stakeholder dalam percepatan pencapaian indikator tatanan Kota Sehat. Sedangkan Ketua Forum Kota Sehat, Drs. MZ Tamsil Tamim, menyampaikan capaian penilaian Kota Sehat tahun 2025, termasuk sejumlah permasalahan serta langkah tindak lanjut yang perlu dilakukan oleh OPD pengampu pada tahun 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....