Dinkes Baubau Gandeng Kampus Sosialisasi KTR dan Pencegahan HIV/AIDS
- 18 Apr 2026 20:05 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau – Pemerintah Kota Baubau melalui Dinas Kesehatan menegaskan bahwa urusan kesehatan tidak dapat berdiri sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.
Hal inilah yang mendorong Dinkes Kota Baubau bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Buton (UMB) dan Politeknik Baubau menggelar sosialisasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR), hidup sehat cegah HIV/AIDS, serta program Mari Cek Kesehatan (MAKESA) gratis bagi civitas akademika, Sabtu, 18 April 2026.
Kegiatan yang dipusatkan di dua kampus tersebut dibuka langsung oleh rektor dan direktur masing-masing institusi, sebagai bentuk dukungan dunia pendidikan terhadap upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Baubau, dr. Frederik Tangke Allo, menjelaskan bahwa penerapan Kawasan Tanpa Rokok mengacu pada Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2025. Dalam regulasi tersebut, terdapat sembilan area yang wajib bebas dari asap rokok.
“Fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar-mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, sarana olahraga, tempat kerja, tempat umum, serta lokasi lain yang ditetapkan merupakan kawasan tanpa rokok. Tujuannya untuk melindungi masyarakat dari dampak buruk asap rokok dan menciptakan lingkungan yang bersih serta sehat di Kota Baubau,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah juga berkewajiban memberikan edukasi terkait bahaya rokok dan pencegahan HIV/AIDS, khususnya kepada kalangan mahasiswa. Dalam sosialisasi tersebut dijelaskan bahwa HIV (Human Immunodeficiency Virus) merupakan virus yang melemahkan sistem kekebalan tubuh dan menjadi penyebab AIDS.
Sementara itu, AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) adalah kumpulan gejala akibat rusaknya sistem kekebalan tubuh secara parah sehingga penderita tidak mampu melawan infeksi. Meski tidak mudah menular, HIV dapat bertahan seumur hidup dan berpotensi menularkan jika perilaku berisiko tetap dilakukan.
“Hingga saat ini belum ditemukan obat untuk menyembuhkan maupun vaksin untuk mencegah infeksi HIV. Karena itu, pengobatan harus dijalani seumur hidup dan pencegahan melalui perubahan perilaku menjadi sangat penting,” jelas salah satu pemateri.
Adapun narasumber dalam kegiatan ini di Kampus UMB adalah dr. Frederik Tangke Allo, yang membawakan materi KTR dan Sadaruddin terkait HIV/AIDS. Sementara di Politeknik Baubau, materi disampaikan oleh Yuslina selaku Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes tentang KTR, serta dr. Wa Ode Sarnings, Sp.PD., MARS mengenai hidup sehat untuk mencegah HIV/AIDS.

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pelaksanaan program MAKESA, di mana Dinas Kesehatan menghadirkan empat tim layanan kesehatan gratis. Dua tim bertugas di UMB, yakni dari UPTD Puskesmas Wajo dan UPTD Puskesmas Lakologou, sementara dua tim lainnya melayani di Politeknik Baubau dari UPTD Puskesmas Bukit Wolio Indah dan UPTD Puskesmas Kadolomoko.
Melalui program ini, masyarakat kampus diajak untuk mulai membudayakan pemeriksaan kesehatan secara rutin sebagai langkah deteksi dini penyakit.
“Menjaga kesehatan bukan soal waktu luang, tetapi soal kepedulian pada diri sendiri. Manfaatkan layanan cek kesehatan gratis di puskesmas, posyandu, atau fasilitas kesehatan terdekat,” imbau Yuslina.
Dinkes Kota Baubau juga mengajak masyarakat untuk menghentikan stigma dan diskriminasi terhadap penderita HIV/AIDS melalui peningkatan pengetahuan.
Dengan kolaborasi lintas sektor ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya hidup sehat, lingkungan bebas asap rokok, serta deteksi dini penyakit semakin meningkat demi mewujudkan Kota Baubau yang lebih sehat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....