Mengenal Osteosarkoma: Kanker Tulang yang Mengintai Usia Muda
- 15 Apr 2026 20:51 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau - Osteosarkoma merupakan salah satu jenis kanker tulang yang paling umum, terutama menyerang anak-anak dan remaja. Meski tergolong langka, penyakit ini bersifat agresif dan membutuhkan penanganan medis yang cepat serta tepat.
Osteosarkoma biasanya berkembang di tulang panjang, seperti tulang paha, tulang kering, atau lengan atas. Penyakit ini muncul ketika sel-sel pembentuk tulang mengalami pertumbuhan tidak normal dan membentuk tumor ganas.
Melansir kemenkes.go.id, Rabu 15 April 2026, kanker tulang ini paling sering ditemukan pada anak, osteosarkoma sebenarnya tergolong langka, hanya sekitar 3 dari 100 anak dengan kanker yang mengalaminya.
Selain osteosarkoma, ada juga beberapa jenis kanker tulang lainnya, yaitu:
Kondrosarkoma, yaitu kanker yang tumbuh dari tulang rawan.
Sarkoma Ewing, yaitu kanker yang bisa tumbuh dari tulang atau jaringan di sekitarnya.
Ketiga jenis kanker ini termasuk dalam kelompok kanker tulang primer, yaitu kanker yang berasal langsung dari tulang (bukan menyebar dari organ lain).
Hingga saat ini, penyebab pasti kanker tulang (osteosarkoma) pada anak belum diketahui dengan jelas. Namun, penelitian menunjukkan bahwa penyakit ini tidak diturunkan dari orang tua dan tidak menular.
Sebagian besar kasus terjadi secara spontan, tanpa ada riwayat kanker tulang dalam keluarga. Kanker ini muncul karena adanya perubahan pada sel-sel pembentuk tulang yang membuatnya tumbuh dan membelah tanpa bisa dikendalikan.
Perubahan ini biasanya terjadi saat masa pertumbuhan cepat, seperti ketika anak memasuki masa pubertas (usia remaja awal). Karena pada masa ini tulang sedang aktif tumbuh, sel yang mengalami perubahan bisa berkembang menjadi tumor ganas atau kanker tulang.
Orang tua perlu waspada jika anak mengalami nyeri tulang yang tidak biasa, terutama jika menetap atau memburuk di malam hari. Selain itu, terdapat beberapa tanda lain yang perlu diperhatikan:
Nyeri tulang, terutama yang memburuk di malam hari atau setelah beraktivitas.
Pembengkakan pada area tulang yang terkena, disertai kemerahan dan rasa hangat.
Gerakan sendi terbatas, terutama jika tumor berada dekat dengan sendi.
Fraktur/patah tulang spontan, yang bisa terjadi meski tanpa trauma yang jelas.
Nyeri punggung yang menetap, bila lokasi kanker berada di tulang belakang.
Benjolan atau massa yang lebih besar dan hangat dibanding sisi tubuh yang normal.
Penurunan fungsi sendi, seperti berkurangnya sudut gerak sendi (range of motion).
Pembesaran kelenjar getah bening lokal, di area sekitar tumor.
Sesak napas, jika kanker sudah menyebar ke paru-paru.
Gejala sistemik: demam, mudah lelah, penurunan berat badan, dan pucat.
Jika gejala-gejala ini muncul secara progresif, segera konsultasikan ke fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dengan penanganan yang tepat dan dukungan medis yang memadai, penderita osteosarkoma tetap memiliki peluang untuk menjalani hidup yang lebih baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....