Kenali Gejala Hipertensi pada Anak

  • 31 Mar 2026 17:31 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau - Hipertensi atau tekanan darah tinggi tidak hanya dialami orang dewasa, tetapi juga dapat terjadi pada anak-anak. Kondisi ini sering tidak disadari karena gejalanya cenderung ringan bahkan tidak muncul sama sekali.

Jika tidak ditangani dengan baik, hipertensi pada anak dapat berdampak serius terhadap kesehatan jangka panjang. Karena itu, penting bagi orang tua untuk mengenali risiko dan tanda-tandanya sejak dini.

Hipertensi pada anak umumnya terbagi menjadi dua jenis, yakni hipertensi primer dan sekunder. Hipertensi primer biasanya berkaitan dengan faktor gaya hidup seperti pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, serta obesitas.

Sementara hipertensi sekunder disebabkan kondisi medis tertentu, seperti gangguan ginjal, kelainan jantung, atau gangguan hormonal. Kondisi ini biasanya memerlukan pemeriksaan medis lebih lanjut untuk mengetahui penyebabnya.

Melansir dari hellosehat.com, Selasa 31 Maret 2026, tekanan darah tinggi pada anak umumnya tidak menimbulkan gejala. Saat gejala muncul, kondisi tersebut sering menjadi tanda masalah serius yang disebut hipertensi krisis.

Meski demikian, beberapa tanda kerap dikaitkan dengan kemungkinan hipertensi pada anak. Di antaranya sakit kepala, penglihatan kabur, mual atau muntah, serta nyeri dada.

Gejala lainnya dapat berupa mimisan, kenaikan berat badan tanpa sebab yang jelas, serta rasa lelah berlebihan. Pada kondisi tertentu, anak juga dapat mengalami kejang, sesak napas, serta detak jantung cepat atau berdebar (palpitasi).

Pengobatan hipertensi pada anak umumnya berupa kombinasi perubahan gaya hidup dan pemberian obat. Namun, dokter biasanya akan menyarankan perubahan gaya hidup terlebih dahulu.

Langkah ini meliputi penerapan pola makan sehat dengan membatasi konsumsi makanan tinggi kalori seperti gula serta mengurangi asupan garam. Anak juga dianjurkan memperbanyak konsumsi buah-buahan, sayuran, serta protein tanpa lemak.

Selain itu, anak perlu rutin melakukan aktivitas fisik, terutama olahraga yang sesuai dengan usianya. Jika anak mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, penurunan berat badan juga dianjurkan untuk membantu menurunkan tekanan darah.

Bila perubahan gaya hidup belum cukup, dokter dapat merekomendasikan obat hipertensi seperti diuretik, calcium channel blocker, ACE inhibitors, atau angiotensin II receptor blockers. Penggunaan obat ini harus sesuai anjuran dan pengawasan dokter.

Pencegahan tetap menjadi langkah terbaik untuk mengurangi risiko hipertensi pada anak. Membiasakan anak menjalani pola hidup sehat sejak dini dapat membantu menjaga tekanan darah tetap normal.

Kebiasaan tersebut antara lain rutin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi, serta menghindari kebiasaan buruk. Dengan deteksi dini dan penanganan yang tepat, hipertensi pada anak dapat dikendalikan sehingga mereka tetap tumbuh dan berkembang secara optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....