Cara Atasi Overthinking di Momen Lebaran
- 16 Mar 2026 15:18 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau - Selama perayaan Lebaran, banyak orang justru menghadapi tekanan mental yang tidak disadari. Momen berkumpul bersama keluarga yang seharusnya penuh kebahagiaan terkadang memicu pikiran berlebihan atau overthinking, terutama akibat berbagai pertanyaan pribadi dan ekspektasi sosial yang muncul saat silaturahmi.
Pertanyaan seperti “kapan menikah?”, “kapan punya anak?”, hingga “kapan naik jabatan?” kerap muncul dalam percakapan keluarga. Bagi sebagian orang, pertanyaan tersebut dapat memicu rasa tidak nyaman dan menimbulkan tekanan psikologis. Kondisi ini semakin berat ketika seseorang merasa hidupnya belum mencapai target yang diharapkan.
Melansir Fimela, Senin 16 Maret 2026, selain tekanan sosial, kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain juga menjadi penyebab munculnya overthinking. Media sosial sering menampilkan pencapaian orang lain, mulai dari pernikahan, karier, hingga keberhasilan finansial. Tanpa disadari, hal ini dapat menimbulkan perasaan tertinggal dan mengurangi rasa percaya diri.
Faktor lain yang turut memengaruhi kondisi mental adalah kelelahan fisik selama persiapan Lebaran. Aktivitas seperti berbelanja kebutuhan hari raya, mempersiapkan hidangan, hingga mengatur perjalanan mudik dapat menguras tenaga. Ditambah perubahan pola tidur dan makan selama Ramadan, kondisi tubuh yang kurang istirahat bisa membuat emosi menjadi lebih sensitif.
Agar pikiran tetap tenang saat Lebaran, penting bagi setiap orang untuk menetapkan harapan yang realistis. Alih-alih mengejar kesempurnaan dalam setiap persiapan, lebih baik fokus menikmati kebersamaan dan momen berharga bersama keluarga.
Selain itu, meluangkan waktu untuk merawat diri atau self-care juga penting dilakukan. Aktivitas sederhana seperti berjalan santai, berolahraga ringan, bermain gim, atau mendengarkan musik dapat membantu meredakan stres. Mengatur waktu dengan membuat daftar prioritas juga dapat mengurangi rasa kewalahan selama masa persiapan Lebaran.
Menetapkan batasan dalam komunikasi juga menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan mental. Jika merasa tidak nyaman dengan pertanyaan tertentu, seseorang dapat menyampaikannya secara sopan kepada keluarga. Sikap ini membantu mengurangi tekanan sosial tanpa harus merusak hubungan silaturahmi.
Pada akhirnya, menjaga ketenangan batin dapat dilakukan dengan fokus pada hal-hal yang bisa dikendalikan. Meluangkan waktu untuk beribadah, refleksi diri, atau aktivitas menenangkan seperti meditasi dapat membantu meredakan kecemasan. Dengan pengelolaan pikiran yang baik, Lebaran dapat dinikmati sebagai momen kebahagiaan tanpa beban pikiran berlebihan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....