BPJS Kesehatan Apresiasi Digitalisasi Layanan Faskes Baubau
- 19 Feb 2026 10:31 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau – BPJS Kesehatan Cabang Baubau mengapresiasi upaya digitalisasi layanan kesehatan di Kota Baubau yang menunjukkan perkembangan signifikan dalam mendukung Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Penilaian tersebut disampaikan dalam kegiatan monitoring dan evaluasi digitalisasi layanan fasilitas kesehatan yang digelar pada Rabu, 18 Februari 2026. Kegiatan ini melibatkan rumah sakit, puskesmas, dan klinik di wilayah Baubau.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Baubau, Sarman Palipadang, mengungkapkan capaian kepesertaan JKN di Baubau telah mencapai 99,998 persen dengan tingkat keaktifan sebesar 85,11 persen. Artinya, sebanyak 140.164 jiwa dari total 164.690 penduduk telah tercatat aktif sebagai peserta JKN, sehingga Baubau dinilai layak menerima predikat Universal Health Coverage (UHC) tahun 2026.
Namun demikian, masih terdapat 14,95 persen atau 24.620 warga yang tercatat nonaktif dan memerlukan perhatian bersama. Sarman menyebut, kesiapan fasilitas kesehatan di Baubau dalam menyesuaikan diri dengan standar digitalisasi nasional tergolong baik. Bahkan, beberapa capaian dinilai melampaui daerah lain dalam wilayah kerja yang sama.
“Dari data yang kami terima, Baubau menunjukkan perkembangan yang sangat positif. Ini membuktikan bahwa wilayah kepulauan pun mampu berlari cepat dalam layanan digital,” ujarnya.
Menurutnya, digitalisasi merupakan pilar utama dalam transformasi layanan kesehatan, termasuk optimalisasi antrean online, pemanfaatan aplikasi Mobile JKN, serta penggunaan fitur i-Care.
Meski demikian, BPJS Kesehatan mencatat masih ada aspek yang perlu ditingkatkan, seperti pemerataan pemanfaatan fitur i-Care di seluruh fasilitas kesehatan serta peningkatan literasi digital bagi tenaga kesehatan.
Sarman juga menyebut sejumlah rumah sakit di Baubau telah mencapai kategori hijau dalam pemanfaatan Mobile JKN. “Ada fasilitas yang pencapaiannya melampaui target nasional, dan ini tentu membanggakan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Baubau, Frederik Tangke Allo, menilai digitalisasi telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, Digitalisasi membuat proses lebih cepat dan lebih efisien.
“Dengan digitalisasi semua menjadi mudah, terutama bagi Masyarakat memudahkan akses layanan sehingga lebih mengifisienkan waktu, biaya dan lainnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, meskipun implementasi berjalan baik, evaluasi tetap diperlukan untuk menyusun langkah perbaikan yang lebih terarah. Seluruh fasilitas kesehatan didorong aktif mengikuti evaluasi agar rekomendasi yang dihasilkan dapat diterapkan secara konsisten.
Dalam diskusi tersebut, turut dibahas isu penonaktifan kepesertaan JKN yang sempat terjadi. Sarman memastikan kondisi di Baubau masih terkendali dan tidak menimbulkan gejolak.
“Jika ada peserta yang mengalami kendala, cukup hubungi BPJS atau petugas BPJS Satu di rumah sakit. Silahkan laporakan jika ada kendala, kami siap untuk membantu warga di kota Baubau,” tegasnya.
Pemerintah Kota Baubau disebut telah menyiapkan skema penjaminan bagi warga terdampak penonaktifan kepesertaan, termasuk melalui kolaborasi dengan Dinas Sosial guna memastikan keberlanjutan jaminan kesehatan masyarakat.
Melalui evaluasi ini, BPJS Kesehatan berharap Kota Baubau dapat mempertahankan momentum dan terus meningkatkan kualitas layanan digital agar pelayanan kesehatan semakin cepat, mudah, dan berkualitas bagi seluruh peserta JKN.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....